Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Undar Jombang Klaim Kerugian Akibat Kebakaran Capai Rp 10 Miliar

05 Desember 2018, 11: 46: 48 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Darul Ulum Jombang Suhudi.

Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Darul Ulum Jombang Suhudi. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Kebakaran yang melanda gedung Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Darul Ulum Jombang pada Senin (3/12) malam, membuat ratusan ijasah dan skripsi milik mahasiswa ikut ludes terbakar.

Tak hanya itu, perangkat elektronik juga ikut hangus. Pihak Undar memperkirakan kerugian materi akibat kebakaran mencapai Rp 10 miliar. Dekan FKIP Suhudi mengatakan, semua dokumen dan perangkat elektronik yang berada di lantai 2 dan 3 sudah ludes.

”Dokumen mahasiswa seperti  ijazah, skripsi dan arsip penting termasuk buku induk mahasiwa tahun 80-an hangus,” ujarnya. Hangusnya semua dokumen itu sangat disayangkan, apalagi di gedung FKIP banyak sekali buku buku lama milik pendiri universitas yang disimpan di dalam perpustakaan.

”Yang di FKIP itu ludes semua, kalau buku baru kan bisa diganti. Yang tidak bisa diganti adalah buku lama,” sambung dia. Ada tiga lantai di gedung FKIP, lantai pertama adalah kantor yayasan dan rektor. Lantai dua berisi ruang FKIP dan ruang kuliah Fisipol.

Sedangkan di lantai tiga terdapat laboratorium, perpustakaan dan musala. ”Yang terbakar lantai 2 dan 3, sedangkan lantai 1 ini aman dan masih utuh,” jelas dia. Taksiran kerugian yang mencapai Rp 10 miliar tersebut, menurutnya dihitung dari perangkat elektronik seperti LCD, komputer dan barang-barang elektronik lainnya.

Ditambah juga perabotan di ruang kuliah. ”Ditambah lagi beberapa dokumen dan arsip penting lainnya,” beber dia. Untuk skripsi dan ijazah mahasiswa yang ikut terbakar, jumlahnya mencapai ratusan. Dokumen itu milik mahasiswa Undar sejak 2009 – 2017 yang belum diambil.

Selain itu, ada juga skripsi milik mahasiswa yang baru dikumpulkan beberapa waktu lalu sebagai persyaratan wisuda. “Jadi kalau ijazah dan skripsi kan bisa kita cetak lagi, soft file-nya masih ada tinggal tanda tangan pejabatnya, juga masih ada,” jelas dia.

Beberapa dokumen milik mahasiswa yang akan mengikuti wisuda juga ikut terbakar. Namun hal itu bukan merupakan masalah karena untuk persyaratan mahasiswa mengikuti wisuda sudah tercacat di Biro Akademik dan Admisi (BAA) Undar. Sehingga tidak sebegitu berpengaruh pada acara wisuda yang akan datang.

”Kalau sampai menunda wisuda, tidak. Karena untuk berkas persyaratan wisuda sudah disetor ke BAA. Jadi aman di sana,” jelas dia. Suhudi menjelaskan, untuk jadwal kuliah masih akan dibahas dengan pihak yayasan.

Beberapa gedung dan ruang lainnya masih layak dipakai kegiatan perkuliahan. ”Aktivitas mahasiswa mungkin sementara bisa dialihkan ke ruang pascasarjana dan sebagian di aula, ada tujuh kelas di FKIP,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia