Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Musim Hujan, Warga Utara Brantas Sibuk Berburu Enthung

04 Desember 2018, 18: 13: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Di hutan jati Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, warga berburu enthung

Di hutan jati Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, warga berburu enthung (Ricky Van Zuma/Jawa Pos Radar Jombang)

NGUSIKAN – Ulat kerap dianggap menjijikkan bagi banyak orang. Namun bagi masyarakat wilayah utara Brantas, kepompong ulat jati atau enthung merupakan makanan enak yang sangat digemari. Bahkan, warga pun berburu ulat ini lantaran harga jualnya yang lumayan tinggi.

Seperti yang terlihat di hutan jati Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang kemarin (3/12), ratusan warga berburu enthung. Mereka hanya berbekal tong, ember maupun kantong plastik.

”Kami mencari enthung ini dimasak sendiri, tapi kalau ada yang mau beli ya kami jual,” ujar Sumaiyah, salah satu warga saat mencari enthung. Saat ini, harga enthung memang cukup mahal. Untuk satu kilogram enthung dihargai Rp 80 hingga Rp 100 ribu.

Berburu kepompong ulat jati ini memang dilakukan masyarakat setiap tahun pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan. ”Kalau musim enthung begini tidak ada yang mau di rumah, semua ke hutan cari enthung. Lebih menguntungkan mencari enthung daripada kerja di sawah,” celetuknya lantas tertawa.

Dia menambahkan, kepompong ulat jati bisa diolah menjadi menu lauk yang lezat. ”Biasanya ditumis, rica-rica, oseng-oseng, botok, sayur asem dan sebagainya. Alhamdulillah sudah dapat banyak, nanti bisa langsung dimasak,” lanjutnya.

Menurut Sumaiyah, rasa kepompong ulat jati sangat gurih sehingga disukai banyak masyarakat. Apalagi enthung ini memiliki kandungan gizi yang tinggi berupa protein, mineral, vitamin, lemak dan karbohidrat. Tidak sendirian, ia bersama-sama dengan tetangga dan saudaranya berburu enthung setiap hari.

Untuk berburu ulat ini mereka mengaku diantar anak atau suami ke hutan pagi hari, dan kemudian dijemput pada siang hari. Dalam tiga jam ia bisa mengumpulkan 1 kilogram enthung.

”Kalau mencari enthung mudah sekali, tinggal mencari di tanah tepat di bawah pohon jati. Tinggal dibalik saja daun-daun kering pasti di bawahnya banyak enthung, ada juga yang terpendam tanah,” tandas dia. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia