Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Dinas Pertanian Jombang Akui Serangan Hama Tikus Meningkat

04 Desember 2018, 10: 12: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Seorang petani menunjukkan tikus yang berhasil ditangkap

Seorang petani menunjukkan tikus yang berhasil ditangkap (Ricky Van Zuma/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Serangan hama tikus yang menyasar tanaman petani di bebeapa kecamatan Jombang, diakui Disperta Kabupaten Jombang. Bahkan, tahun ini intensitas organisme pengganggu tanaman paling banyak, tikus.

“Memang setiap tahun itu pasti ada hama, tahun ini yang meningkat memang tikus. Untuk sementara hama wereng tertekan,” kata Hadi Purwantoro, Kepala Dinas Pertanian Jombang dikonfirmasi kemarin (3/12).

Meski tak menyebut berapa luas yang terserang, dia mengklaim serangan tikus tersebut tidak sampai merugikan petani. “Memang menyerang tapi belum merugikan, hanya intensitas serangan yang banyak. Laporan dari teman-teman begitu,” imbuh dia.

Laporan serangan hama tikus itu paling banyak berasal di wilayah Megaluh, Tembelang hingga Plandaan. Pada peralihan musim seperti sekarang ini petani diimbau untuk melakukan gerakan bersama. “Karena ada peningkatan populasi jelang musim tanam, makanya kita harap segera bergerak,” bebernya.

Hadi mengaku, perkembangan hama tikus dalam setahun begitu cepat. Terlebih jika lingkungan sekitar mendukung. Sepengetahuannya, berdasar hasil penelitian dalam setahun, hama tikus berkembangbiak hingga ribuan ekor bila lingkungan sekitar mendukung.

“Tikus itu perkembangannya sangat cepat, dalam satu tahun  ada satu pasang kalau tidak dikendalikan, sementara makanan dan lingkungannya mendukung bisa berkembang sampai 1.048 ekor,” urai Hadi.

Selain mengimbau melakukan gerakan bersama, dia juga mengingatkan masyarakat agar memberi racun tikus. Ada dua macam yang diberikan, yakni belerang sekitar 6 kuintal dan rodentisida.

“Sekarang belum ada tanaman, kemarin juga sudah kita sosialisasikan dan kirim surat supaya pengendalian tikus bersama. Kita juga sudah kirim surat ke provinsi minta tambahan rodentisida,” pungkas Hadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan hama tikus di Jombang masih belum berakhir. Tak hanya di wilayah Megaluh, serangan hama tikus ternyata juga dialami sebagian besar petani di wilayah Tembelang.  Seperti yang terlihat di Desa Bedahlawak, lahan jagung salah satu petani dipastikan gagal panen lantaran habis diserang tikus. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia