Selasa, 11 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Banyak Proyek Molor, Kejaksaan Negeri Jombang Lakukan Pemantauan

03 Desember 2018, 09: 57: 08 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pembangunan rumah produksi IKM cor kuningan di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, yang masih berlangsung.

Pembangunan rumah produksi IKM cor kuningan di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, yang masih berlangsung. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Keberadaan sejumlah pekerjaan proyek molor di Jombang tak luput dari perhatian aparat penegak hukum. Salah satunya korps adhyaksa yang intens melakukan pemantauan sejumlah proyek molor.

“Kita sudah mendengar informasi itu (proyek molor). Selama ini kita terus pantau, kok bisa pekerjaannya molor sampai lama begitu,” beber Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Jombang Harry Rahmat.

Namun demikian, pihaknya mengaku belum bisa terlalu jauh masuk. “Sementara masih sebatas kita pantau, nanti kita akan lihat faktornya apa sehingga pekerjaannya molor, kualitas pekerjaan di lapangan seperti apa, sesuai spesifikasi atau tidak, termasuk kita cek dokumen kontraknya juga,” bebernya.

Sebenarnya, bukan hanya fokus proyek molor saja, namun pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap proyek-proyek lainnya. “Tidak hanya proyek molor, semua proyek juga kita pantau, tapi untuk proyek molor kita jadikan atensi khusus,” imbuhnya.

Harry menegaskan, kejaksaan tak akan segan memproses jika memang menemukan dugaan  penyimpangan pelaksanaan proyek. “Kalau memang kita temukan indikasi kuat telah terjadi penyimpangan proyek, tentu kita tindaklanjuti serius. Kami tidak main-main,” singkat Harry.

Untuk diketahui, sejumlah proyek di Jombang pelaksanaannya molor. Data yang dihimpun, tiga proyek molor tersebut diantaranya proyek rehabilitasi Pasar Peterongan. Proyek yang digelontor APBD 2018 sebanyak Rp 1,1 miliar ini sesuai masa kontrak, berakhir 11 Oktober.

Namun hingga kini pekerjaan di lapangan belum juga kelar. Sebagai pelaksana adalah CV Atrium Jasa Kontruksi, sedangkan konsultan pengawas adalah CV Banyu Bening.

Proyek molor lainnya, adalah pembangunan rumah produksi IKM cor kuningan di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung. Anggaran proyek Dinas Perindustrian dari dana alokasi khusus (DAK) 2018 senilai Rp 696,1 juta ini juga mengalami keterlambatan pekerjaan.

Sesuai dokumen kontrak, masa pekerjaan terakhir 12 November, namun hingga kini pekerjaan di lapangan belum juga kelar. Sebagai pelaksana proyek CV Duta Bangun Jagad, adapun konsultan pengawas CV Hanif Consultant.

Yang lebih memprihatinkan lagi, proyek pembangunan kantor baru Kecamatan Tembelang senilai Rp 1,3 miliar. Meski masa pelaksanaan pekerjaan berakhir 8 Desember nanti, namun kini pekerjaan di lapangan mangkrak lantaran sudah diputus kontrak.

Sebagai kontraktor pelaksana CV Duta Bangun Jagad, adapun konsultan pengawas CV Art Consultant. Selain, tiga proyek molor di atas, tidak menutup kemungkinan banyak proyek lain pekerjaannya juga molor. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia