Jumat, 19 Apr 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Jalan Rusak Proyek Kementerian PUPR Diberi Tanda

21 November 2018, 08: 15: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu jalan rusak yang diberi tanda

Salah satu jalan rusak yang diberi tanda (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Sejumlah kerusakan pada bangunan rigid (jalan cor) jalur nasional milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Peterongan terlihat sudah ditandai.

Sayang, penandaan ini terlihat masih setengah-setengah dan tak merata di seluruh titik yang rusak. Seperti terlihat kemarin, beberapa kerusakan di sepanjang proyek ini diberi tanda dengan cat semprot warna merah.

Berbentuk silang, tanda ini juga diikuti dengan angka-angka yang menunjukkan nomor invntaris kerusakan. Dimulai dari titik pembangunan di timur jalan layang (flyover) Peterongan, hingga masuk ke tanjakan sisi timur flyover, terhitung sudah 20 titik yang terlihat ditandai.

“Penandaan itu sudah semingguan sebelumnya mas, waktu itu ada yang mengecek kesini, pakai seragam dinas kemudian ditandai merah itu,” ucap Harianto, 30 salah satu warga di lokasi.

Kendati demikian, penandaan ini ternyata tidak  menyeluruh. Sejumlah kerusakan yang berada di sisi barat flyover hingga kemarin  belum ditandai satu pun.

“Ya memang sebelah timur saja kayaknya, yang baratnya flyover itu nggak ada kok, entah belum entah tidak ditandai saya nggak tahu juga,” lanjutnya. Padahal menurutnya, jika pemilik proyek jeli kerusakan sebenarnya tidak hanya terjadi di bagian timur saja.

Kerusakan dengan kondisi lebih parah bisa ditemui hingga ujung barat proyek di Desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan. “Kalau di timur ada 20 titik yang rusak, ini  tidak ada separonya sama yang di bagian barat sana, kalau di sini kan rusaknya berlubang, lha yang barat lubangnya juga banyak, retakannya apa lagi,” imbuhnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Adi Suwito Pelaksana Teknis dari BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional) wilayah VIII mengakui adanya penandaan yang belum merata itu. Dirinya berdalih beberapa tanda yang sudah diberikan kini memang hasil peninjauan awal seminggu yang lalu.

“Ya itu kan memang rencananya minggu ini  mau dibongkar untuk perbaikan, untuk sisi timur saja memang kita temukan sampai 20 titik kemarin itu. Cuma sampai sekarang belum juga dibongkar itu sama pemegang proyeknya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Saat ditanya perihal pemberian tanda yang disebut warga tak merata ini, dirinya juga menyebut bakal kembali melakukan inventarisir kerusakan ulang. “Ya, memang belum semua, kemungkinan bertambah untuk data inventarisir memang masih sangat terbuka. Kan kita akan cek lagi nanti sebelum dibongkar,” sambungnya.

Dirinya juga memastikan, jika semua kerusakan yang ditemukan dalam proyek ini bakal ditangani. Meskipun ia juga menyebut tak semuanya memang butuh pembongkaran.

“Kalau yang parah ya tentu harus dibongkar, cuma yang retak rambut itu kalau bisa dilakukan dengan caa lain ya perawatannya berbeda nanti. Yang jelas kita tidak mau ada kerusakan saat nanti diserahkan,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia