Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Ditemukan Sebulan Lalu, Umpak Kuno di Bareng Masih Terlantar

16 November 2018, 15: 38: 45 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Umpak kuno yang ditemukan sebulan lalu di sekitar permukiman warga

Umpak kuno yang ditemukan sebulan lalu di sekitar permukiman warga (ACHMAD RW/ JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Meski sudah sebulan lebih, sejumlah batu umpak yang diduga situs bersejarah di Dusun Jeruk, Desa Karangan, Kecamatan Bareng belum juga ditangani. Kondisi batu-batu ini masih teronggok di lokasinya.  

Kelima belas batu berwarna hitam berbentuk tumpal ini masih tergelatak dengan posisi menyebar. Beberapa batu nampak tak terawat di tengah persawahan, setengah terpendam. Ada juga yang terlihat roboh.

Beberapa yang lain, terlihat menyebar di sekitar lokasi. Bahkan, sebuah batu yang  tergeletak di pinggir jalan raya   posisinya tak berubah.  Menurut warga setempat, meski telah beberapa kali didtangi petugas, sampai saat ini upaya inventarisasi batu belum juga dilakukan.

“Ya belum ada apa-apa itu, terakhir ya memang ada yang ke sini, tanya-tanya saja, setelah itu balik lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang. Padahal menurutnya, kondisi batu sekarang sebenarnya lebih mudah diidentifikasi, daripada  beberapa waktu lalu.

“Ya kan sekarang sudah mulai bersih tebu-tebunya, tanahnya juga pas gembur kena hujan begini,” lanjutnya. Terlebih sejumlah susunan batu bata merah yang sebelumnya  juga sudah mulai terlihat saat tergerus air hujan yang terjadi beberapa kali dalam minggu ini.

“Iya, kayaknya batu bata yang di atas juga sudah mulai kelihatan itu,” imbuh wanita 50 tahun ini. Ia pun berharap, batu yang telah berumur ratusan tahun ini bisa segera  dirawat. Apalagi jika  diketahui nantinya mengandung sejarah penting. “Ya kalau mau dirawat ya silakan, kalau mau dirapikan ya  segera. Takutnya  nanti diambil orang,” pungkasnya.

Sebelumnya, umpak yang ditemukan di Dusun Jeruk Desa Karangan, Kecamatan Bareng mengarah ke benda peninggalan sejarah. Ini setelah hasil sementara BPCB (Balai Pelestariaan Cagar Budaya) Jatim di Trowulan melakukan pengecekan awal terindikasi bendo kuno.

“Memang benar kemarin teman-teman sudah ke lapangan, cuma hasilnya sekarang masih belum. Karena laporannya belum selesai, tapi lihat hasil sementara memang indikasinya benda cagar budaya itu ada,” kata Widodo Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur di Trowulan.

Dikatakan, meski masih belum rampung keseluruhan dia belum berani memastikan belasan batu umpak tersebut benar-benar masuk cagar budaya. Alasannya, selain menunggu hasil laporan itu juga perlu kajian lebih lanjut lagi. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia