Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Kurang Air dan Diserang Tikus, Hasil Panen Jagung di Ploso Turun

15 November 2018, 12: 43: 43 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jagung hasil panen yang terlihat bogang (tak sempurna) akibat kurang air dan diserang hama tikus

Jagung hasil panen yang terlihat bogang (tak sempurna) akibat kurang air dan diserang hama tikus (RICKY VAN ZUMA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

PLOSO – Sebagian petani jagung di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang mengalami gagal panen. Selain selama ini kesulitan air, jagung juga banyak diserang hama tikus.

Seperti yang terlihat kemarin (14/11), hasil panen anjlok, begitu pula kualitas jagung juga tidak sesuai harapan. ”Banyak jagung yang berlubang, bentuk jagung juga kecil-kecil. Bagian jagung yang hitam-hitam ini juga rusak karena dimakan tikus,” keluh Suyono, salah seorang petani jagung.

Tak hanya dirinya, hal serupa  juga dialami petani jagung lain. Padahal jagung yang ditanam merupakan jagung lokal jenis 35. Dari total lahan setengah hektare, lanjutnya, hasil panen jagung hanya 4 kuintal saja. Padahal dalam kalkulasi normal, panen jagung dari total lahan seluas itu bisa mencapai 4 ton.

”Perkembangan jagung petani disini juga tidak normal. Itu karena sulit air, mau mompa air diesel kan giliran, jadi kalau terlambat seperti ini hasilnya,” lontarnya.

Biji jagung yang dipanen pun tidak merata. Bentuk bulir jagung juga kecil. Kondisi makin parah karena ada serangan  hama tikus yang memakan jagung petani. Sehingga kondisi ini membuat mereka gagal panen. Padahal modal yang sudah dikeluarkan juga tidak sedikit.

”Mau bagaimana lagi hasilnya memang begini. Saat ini kami siap-siap untuk tanam padi, mudah-mudahan nanti hasilnya baik dan melimpah tidak seperti jagung,” pungkas dia. (*)

(jo/ric/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia