Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Ini Respons Kementerian PUPR Terkait Jalan Rusak di Peterongan

15 November 2018, 10: 01: 40 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Titik keretakan pada jalan cor yang dibangun Kementerian PUPR di ruas Peterongan Jombang

Titik keretakan pada jalan cor yang dibangun Kementerian PUPR di ruas Peterongan Jombang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Rusaknya jalan nasional hasil realisasi proyek senilai Rp 46 miliar dari APBN di ruas Kecamatan Peterongan ditanggapi pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala Urusan Tata Usaha PPK 29 BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional) Wilayah 8 Sugito mengaku sudah berkoordinasi dengan kontraktor proyek PT Timbul Persada terkait rusaknya beton jalan.

Sugito menyebut satu titik kerusakan sebelum flyover Peterongan akan dibongkar. “Sudah saya sampaikan agar segera dibongkar, dan mereka sudah menjawab siap membongkar,” kata Sugito dikonfirmasi kemarin (14/11).

Di jalan nasional itu setidaknya ada titik yang retak, satunya lagi di titik depan pintu keluar Taman Tirtawisata, Keplaksari. Pihaknya mengatakan, untuk penanganan kerusakan tidak bisa dilakukan penambalan. Selain karena merupakan kontruksi baru, nantinya kondisi jalan juga tidak sama alias tak rata.

“Jadi kalau hanya ditambal  itu nanti pasti hancur lagi, saya tidak mau seperti itu. Harus dibongkar, kalau ditambal nanti ketebalannya tidak sama dengan yang bawah,” imbuh dia. Waktu pembongkaran dijadwal dilakukan selama dua hari.

Meski tak memastikan kapan dilakukan, menurut Gito pihak kontraktor minta usai dilakukan pembongkaran dilakukan pengawasan. “Mereka minta bantuan kita setelah dibongkar supaya jalannya itu ditutup. Agar tidak dilewati kendaraan,” papar Gito.

Gito beralasan munculnya kerusakan kontruksi jalan yang masih berusia beberapa bulan itu bukan karena kualitas atau mutu bangunan yang rendah. “Itu dulu masih basah ternyata ditinggal tidak ada yang mengawasi, kendaraan besar ternyata masuk,” ungkap Gito.

Gito mengaku masih belum melakukan pantauan ataupun menerima informasi kerusakan di titik lainnya. Yang dia tahu saat ini hanya di satau titik sebelum flyover Peterongan. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pantauan ke lapangan.

Untuk diketahui, proyek peningkatan jalan nasional di Kabupaten Jombang ada tiga titik. Dalam laman lpse.pu.go.id nama lelang proyek itu adalah reservasi rekonstruksi jalan Kertosono-Jombang-Mojokerto-Gempol dengan leading sector Kementerian PUPR melalui satker pelaksanaan jalan nasional metropolitan II Surabaya.

Anggaran proyek nasional ini mencapai Rp 46 miliar, dengan pemenang lelang yaitu PT Timbul Persada. Lokasi pekerjaan ada di batas Jombang dengan Kabupaten Mojokerto, dan Jalan Yos Sudarso, serta Jalan Soekarno Hatta. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia