Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Proyek Jalan Kualitas Buruk, DPRD Jombang Surati Kementerian PUPR

15 November 2018, 09: 26: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wakil Ketua DPRD Masud Zuremi

Wakil Ketua DPRD Masud Zuremi (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Munculnya sejumlah retakan maupun lobang di proyek pengencoran jalan nasional milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Peterongan disesalkan kalangan DPRD Jombang. Pasalnya janji pemerintah pusat untuk turun tangan tak kunjung dilakukan.

Wakil Ketua DPRD Masud Zuremi menyampaikan, saat melakukan konsultasi ke Kementerian PUPR dua pekan lalu pihaknya dijanjikan  akan turun  meninjau lokasi kerusakan. Namun nyatanya hingga kini belum ada respons.

“Jadi janjinya PUPR kemarin mau turun langsung. Bareng pembebasan jembatan Suramadu oleh Presiden Jokowi. Katanya, kalau turun kita akan dikabari. Namun hingga sekarang belum ada kabar,” ujar Mas’ud Zuremi kemarin (14/11).

Pihaknya pun kecewa dengan sikap pemerintah pusat yang lamban dalam merespons pengaduan warga. Pihaknya berencana akan mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR melalui pimpinan DPRD Jombang.

“Kalau tidak turun, secepatnya akan kita surati baik melalui DPRD maupun pemkab,” jelas dia. Dia mengaku prihatin, dengan pengerjaan proyek di jalan nasional yang banyak menuai keluhan. Dia mengaku akan mengawal keluhan masyarakat hingga pembangunan proyek tersebut dikerjakan dengan baik.

“Karena jalan ini di wilayah Kabupaten Jombang sehingga kami harus ikut cawe-cawe. Karena jika nanti proyeknya jelek, kami dan pemkab ikut-ikutan yang akan disalahkan,” papar dia.

Seharusnya, kata politisi senior PKB ini, pemerintah provinsi juga ikut pro-aktif dalam melakukan komunikasi ke pemerintah pusat. Semua pihak termasuk Pemprov Jatim harus ikut andil dalam mengawal proyek pembangunan apapun di Jawa Timur.

“Artinya demi kepentingan rakyat ini harus menjadi tanggungjawab bersama,” papar dia. Dia khawatir, jika keberadaan lubang dan retakan di jalan nasional tidak disikapi akan memakan korban. Terlebih lagi sekarang mulai memasuki musim hujan.

“Itu akan berbahaya jika ada lubang yang tergenang air. Pengendara dari arah Surabaya dan Mojokerto tidak akan melihat jika ada lubang. Kami khawatir kalau tidak dibenahi akan jatuh korban,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia