Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Siswo Iryana Mantan Anggota DPRD Jombang Ditetapkan Tersangka

Kasus Korupsi KUR Bank Jatim Cabang Jombang

14 November 2018, 20: 39: 56 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Siswo Iryana Mantan Anggota DPRD Jombang keluar ruangan sambil menutupi wajahnya menggunaman map

Siswo Iryana Mantan Anggota DPRD Jombang keluar ruangan sambil menutupi wajahnya menggunaman map (ISTIMEWA)

JOMBANG – Pengusutan kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang jilid II oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memasuki babak baru. Rabu (14/11) kemarin, penyidik Kejati resmi menetapkan Siswo Iryana, mantan anggota DPRD Jombang sebagai tersangka.

“Terhadap SI sudah kita tetapkan statusnya sebagai tersangka,” beber asisten pidana khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Timur Didik Farhan Alisyahdi, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dikatakan, sesuai  keterangan sejumlah  saksi, berikut barang bukti yang dikantongi penyidik, perbuatan Siswo Iryana terbukti melanggar.

”Kita jeratkan pasal 2 dan 3 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Usai ditetapkan menjadi tersangka, Siswo Iryana langsung digiring menuju ruang tahanan. Nampak dirinya mengenakan rompi tahanan. “Tersangka langsung kita tahan,” ujar Didik.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus korupsi KUR Bank Jatim Cabang Jombang telah menyeret sejumlah nama. Kejaksaan Negeri Jombang telah melakukan eksekusi terhadap 12 terpidana kasus kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang.

Dalam kasus ini negara dirugikan mencapai Rp 19 miliar. Gelombang pertama, jaksa melakukan eksekusi terhadap tiga terpidana masing-masing Bambang Waluyo (mantan pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang), Heru Cahyo Setiyono dan Dedi Nugrahadi yang menjadi penyelia kredit.

“Ketiganya sudah menjalani hukuman, untuk terdakwa BW diputus 12 tahun, sementara dua penyelia diputus 4 tahun,” bebernya.

Tahap selanjutnya, giliran tujuh terpidana lainnya, masing-masing Fitriya Mayasari, Wiwik Sukesi, Wahyuni, Hapsari, Fitri Juni Astuti, Ginanjar Triono dan Hafied Wijayana, sementara dua terpidana lainnya akan menyusul.

Kesemuanya tercatat sebagai pegawai Bank Jatim Cabang Jombang di bagian analis. Setelah melalui sidang kasasi, MA akhirnya menjatuhkan vonis hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam perjalanannya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengambil alih penanganan kasusnya yang sebelumnya ditangani Polda Jatim.

“Kasusnya sekarang ditangani Kejati Jatim. Hasil koordinasi dengan Polda Jatim, mempersilakan Kejati menangani kasus,” beber Didik Farhan, Aspidsus Kejati Jatim, beberapa waktu lalu. Kejati Jatim langsung membentuk tim penyidik gabungan.

Secara bertahap, tim penyidik langsung melakukan pemanggilan terhadap puluhan debitur termasuk 12 terpidana korupsi kasus kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang di Kejari Jombang. Setelahnya dilanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah debitur ultimate.

“Untuk debitur ultimate pemeriksaannya langsung di Kejati Jatim di Surabaya,” imbuhnya. Usai mengambil keterangan para terpidana dan juga puluhan debitur, penyidik melakukan gelar perkara. “Hasil gelar, kita tingkatkan statusnya ke tingkat penyidikan,’’ imbuhnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia