Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pupuk Subsidi Dikurangi, Petani Jombang Diminta Berhemat

14 November 2018, 15: 52: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pupuk di Jombang saat menyiapkan pupuk sebelum diberikan ke tanaman di sawah

Pupuk di Jombang saat menyiapkan pupuk sebelum diberikan ke tanaman di sawah (YAYAN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Kelangkaan pupuk yang dirasakan petani akibat pengurangan jatah, mendapat respons dari kalangan DPRD Jombang.

Ketua Komisi B Rohmad Abidin menyatakan petani harus berhemat dalam penggunaan pupuk subsidi. “Pengurangan memang tidak di Jombang saja, namun juga daerah lain. Jadi petani harus menyiasati penggunaannya,” ungkapnya.

Caranya dengan menggunakan pupuk organik meski dengan persentase kecil. Ini bisa menjadi solusi agar petani tak sepenuhnya bergantung pada pupuk subsidi.

“Tapi pemerintah tetap harus menjamin distribusi pupuk tepat waktu. Sehingga, meski tidak mencukupi, paling tidak petani mudah mencari pupuk. Apabila distribusi lancar, pasti potensi kelangkaan tidak akan terjadi,” katanya.

Pihaknya menyebut akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar jatah pupuk bersubsidi tidak dikurangi. “Karena Jombang merupakan wilayah pertanian, kalau pupuk subsidi dikurangi terus bisa timbul masalah," pungkasnya.

Sebelumnya para petani di Jombang merasakan kesulitan dalam mencari pupuk subsidi. Ada tiga jenis pupuk subsidi yang jatahnya dikurangi pemerintah, yakni pupuk urea, SP-36 dan NPK. Sebaliknya, pupuk ZA justru ditambah jatahnya hingga 500 ton. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia