Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Baru Dibangun, Jalan Cor Proyek Kementerian PUPR Sudah Rusak

14 November 2018, 13: 33: 23 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu titik kerusakan jalan cor di ruas Kecamatan Peterongan

Salah satu titik kerusakan jalan cor di ruas Kecamatan Peterongan (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Proyek pembangunan jalan nasional milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di ruas Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, kembali jadi sorotan. Menyusul ditemukannya  kerusakan pada bidang jalan yang baru dibangun.

Menurut warga sekitar, kerusakan terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Terlebih setelah hujan mulai turun dan mobil mulai diperbolehkan melintasi cor baru itu. “Baru ini, cornya saja belum genap dua bulan. Kalau rusaknya mungkin sekitar satu atau dua minggu ini,” terang Rozikin, 34, salah satu warga di lokasi.

Dari pengamatan di lapangan, kerusakan berupa lubang di pinggiran sambungan cor. Seperti terlihat di sebelah timur jalan layang Peterongan. Kerusakan ini dapat dilihat pada sisi cor bagian selatan yang sebulan terakhir sudah mulai dilintasi.

Posisinya tepat di sambungan cor baru jalan aspal lama. Pada proyek sepanjang 50 meter di sisi timur jalan layang ini, dapat dilihat banyak lubang di sisi-sisi cor. Sepanjang ruas sisi timur ini, setidaknya ada delapan lubang menganga yang lokasinya tepat di perbatasan cor dan aspal.

Beberapa lubang yang cukup besar, ukuran panjangnya mencapai lebih dari 50 centimeter dengan lebar hingga 20 centimeter dan kedalaman 10 centimeter. Sementara yang lain berukuran lebih kecil. Sejumlah retakan  terlihat merata di dari ujung timur menuju barat hingga jalan naik ke jembatan layang.

Ia sendiri mengaku heran dengan kerusakan pada jalan cor yang baru seumur jagung ini. Terlebih kerusakan yang juga terlihat merata dari pangkal hingga ujung bagunan. “Ini jalan nasional, baru dilewati truk sudah hancur,” lanjutnya.

Beberapa pengendara pun mengeluhkan kondisi jalan yang sudah berlubang ini. Terlebih di musim penghujan. “Kalau terkena air tidak terlihat mana lubangnya, bisa jadi penyebab kecelakaan,” terang Ayub, 28, salah satu pengendara di lokasi.

Terlebih menurutnya, kawasan ini merupakan kawasan rawan kecelakaan. Ia berharap perbaikan dapat dilakukan sesegera mungkin. “Harus segera ditambal, sekalian diganti cornya yang lebih kuat,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia