Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

BKAD Bandar Kedungmulyo Sebut Pembangunan Jalan Belum Rampung

13 November 2018, 12: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jalan beton hasil realisasi program PISEW di Kecamatan Bandar Kedungmulyo

Jalan beton hasil realisasi program PISEW di Kecamatan Bandar Kedungmulyo (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Sekretaris BKAD Kecamatan Bandar Kedungmulyo Suyono mengaku sudah mengetahui adanya kerusakan jalan proyek PISEW. Pihaknya menyebut pembangunan jalan beton memang belum sepenuhnya tuntas, dan membantah jika pekerjaaannya dilakukan asal-asalan.

Banyaknya celah yang kosong pada sambungan cor, menurut Suyono juga terjadi karena pekerjaan yang belum selesai. Pihaknya terkendala pengadaan aspal sehingga pengisian celah sambungan tak bisa dilakukan di akhir pekerjaan.

“Terus terang memang waktu itu di akhir pekerjaan tim ini kesulitan cari aspalnya, jadi memang belum diisi celah sambungan itu ,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (12/11).

Pria yang juga menjabat Kepala Desa Bandar Kedungmulyo ini juga mengakui jika sampai hari ini, proyek itu belum diserahkan kepada pemdes setempat. Namun, sesuai papan proyek yang dipasang di lokasi, harusnya bangunan ini telah rampung  pada 15 Oktober 2018 lalu.

“Ya memang kan belum selesai, belum diserahkan juga,” sambungnya. Saat disinggung mengenai teknis pengerjaan yang dinilai amburadul, Suyono membantah hal itu. Bahkan, tim pelaksana telah melibatkan tim teknis dan pendamping dari Malang.

Pihaknya mengaku telah berupaya mengerjakan proyek ini secara maksimal. Namun, cuaca yang panas menyebabkan kekuatan cor yang tidak maksimal. “Kita berusaha sudah semaksimal mungkin cuma karena waku itu panasnya tinggi. Lha itu mungkin yang juga berpengaruh,” imbuhnya.

Ia juga menuding warga yang kurang sabar ketika jalan masih diperbaiki juga jadi penyebab tak awetnya bangunan. “Dulu itu kan  baru tiga hari dicor sudah dilewati oleh warga. Padahal juga sudah kami beri palang untuk menghalau,” tambah Suyono.

Begitupun dengan kondisi proyek yang dinilai amburadul karena bagian tengah meliuk-liuk, Suyono menyebut hal ini buntut dari kesalahan saat pengecoran. “Aslinya lurus kok, cuma waktu digerojok cor itu kemudian dipadatkan, itu tidak diteliti jadi menceng (tidak lurus) begitu,” tukasnya.

Pihaknya berjanji akan memperbaiki jika nantinya ditemukan kerusakan. Pihaknya juga mengakui akan segera melanjutkan kembali pekerjaan yang  sempat tertunda itu. “Ya yang jelas kalau memang ada kerusakan, ada yang geripis, kita akan perbaiki lah. Pengecoran aspal itu juga segera akan kami lanjutkan lagi, itu saja,” tegasnya.

Namun saat ditanya perihal berapa besaran dana yang dibagi untuk dua paket proyek ini, Suyono mengaku tak hafal. “Wah kalau nilainya yang tahu ketua (BKAD) itu yang tahu saya nggak ikut bawa bukunya. Yang jelas pembangunannya kan memang untuk jalan alternatif warga,“ pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia