Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu, Pegawai Honorer UPT Pengairan Dibekuk Polisi

13 November 2018, 11: 30: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pelaku saat berada di Mapolsek Mojowarno

Pelaku saat berada di Mapolsek Mojowarno (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Riandi Pan Rizki, 32, warga Desa/Kecamatan Bareng diringkus jajaran Polsek Mojowarno. Pasalnya ia diketahui mengedarkan sabu-sabu. Saat ditangkap, petugas menyita sebanyak 5,3 gram sabu-sabu.

“Terhadap pelaku sudah kita amankan. Masih kita lakukan pemeriksaan,” terang Kapolsek Mojowarno AKP Wilono (12/11) kemarin. Penangkapan pelaku bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. Dalam prosesnya, polisi berhasil mengendus sepak terjang pegawai honorer di UPT Pengairan ini.

“Sudah kita incar lama,” imbuhnya. Upaya petugas membuahkan hasil. Tepatnya Minggu (11/11) sore, polisi mendapat informasi adanya transaksi sabu-sabu melibatkan jaringan pelaku.

Sejumlah petugas langsung dikerahkan melakukan pengintaian. Mendekati petang, pelaku muncul di wilayah Penggaron, Kecamatan Mojowarno. Petugas kemudian langsung melakukan penyergapan.

Setelah digeledah, petugas menemukan barang bukti diantaranya satu plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat kotor 4,43 gram, dan satu plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat kotor 0,60 gram.

“Total keseluruhannya mencapai 5,3 gram berat kotor,” imbuhnya. Selain itu sejumlah barang bukti lain yang ditemukan mulai dari satu buah gunting, satu timbangan digital, dan tiga klip plastik untuk memisah sabu.

Kemudian disusul satu bungkus plastik klip kosong, satu buah HP Nokia warna hitam, seperangkat alat hisap (bong) beserta pipet kacanya, tiga buah pipet kaca diduga ada sisa sabu, dua skrop dari sedotan plastik, satu buah korek api, satu buah kertas gulungan sebagai kompor.

Selanjutnya petugas menggelandang pelaku ke Mapolsek Mojowarno untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepada petugas, pelaku mengaku sudah lama menjalankan bisnis jual beli sabu-sabu.

Untuk satu paket hemat (0,3 gram, Red) pelaku menjual dengan harga Rp 200 ribu. Sedangkan untuk paket 0,40 gram dijual Rp 400 ribu, dan paket 0,60 gram dijual dengan Rp 700 ribu. “Kita masih kembangkan untuk melacak ke jaringan di atasnya,” pungkas Wilono. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia