Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Appraisal Tanah Rp 2,3 Juta Per Meter, Tak Semua Warga Sepakat

12 November 2018, 14: 12: 21 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Puluhan warga Desa Rejoagung terdampak proyek jembatan Ploso saat dikumpulkan di balai desa

Puluhan warga Desa Rejoagung terdampak proyek jembatan Ploso saat dikumpulkan di balai desa (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Pertemuan antara tim pembebasan tanah dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur dengan warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, pada Jumat (9/11) tetap berlangsung meski molor hingga pukul 16.00. Hasilnya, belum semua warga sepakat dengan nilai Rp 2,3 juta per m3 dari tim   appraisal tanah.

Kepala Desa Rejoagung Imam Supii mengatakan, dalam pertemuan itu memang terjadi negosiasi yang cukup alot antara tim pembebasan tanah dengan warga. ’’Ada yang setuju, jumlahnya kurang lebih 20 orang. Sisanya belum menerima hasil appraisal,” katanya, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Kepada warga yang setuju dengan hasil appraisal, kata Imam pembayaran uang akan segera dilakukan tim pembebasan tanah. Tidak hanya itu, dana ganti rugi bangunan juga akan ikut diserahkan. “Proses administrasi juga akan dituntaskan,” lanjutnya. 

Sedangkan kepada warga yang belum sepakat dengan hasil appraisal, dipersilakan untuk mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Jombang.

“Dari penjelasan tim pembebasan tanah, mekanismenya memang seperti itu. Warga diminta mengajukan keberatan ke pengadilan, nanti uang pembebasan tanah dan ganti rugi bangunan juga akan dititipkan di pengadilan,” imbuhnya. 

Jika proses ini benar-benar dilakukan, maka pembebasan tanah terhadap warga yang belum sepakat dengan appraisal ditempuh dengan cara konsinyasi.

Imam sendiri mengaku tak bisa berbuat banyak, mengingat pembebasan tanah untuk Jembatan  Ploso Baru ini adalah proyek Negara. ’’Kami tidak punya kewenangan, seperti menghalangi warga yang sepakat dengan appraisal. Untuk yang tidak sepakat dengan appraisal pun, kami juga tidak bisa apa-apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Desa Rejoagung memang diundang tim pembebasan tanah dalam acara penetapan harga jual tanah dang anti rugi bangunan di Balai Desa Rejoagung, Jumat (9/11) lalu. Acara tersebut sedianya dimulai pukul 13.00, namun hingga pukul 15.00 tim pembebasan tanah dari Surabaya belum tiba di Ploso. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia