Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Lodeh Mbok Semah; Jujukan Rakyat Hingga Pejabat

12 November 2018, 12: 49: 46 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Tungku yang menjadi alat masak di warung lodeh Mbok Semah

Tungku yang menjadi alat masak di warung lodeh Mbok Semah (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Yang spesial dari nasi lodeh Mbok Semah adalah disajikan memakai pincuk daun pisang. Aroma harum daun pisang, yang disajikan bersama nasi hangat dan lodeh tewel itu membuat kudapan makin sempurna. 

Sabtu (10/11), selepas magrib jumlah pembeli di warung Mbok Semah tampak berjubel. Makin malam menjelang pukul 20.00 makin banyak pembeli. Mereka rela antre berdiri untuk bisa menikmati sepincuk nasi lodeh.

Meski jumlah pembeli sangat banyak, namun Mbok Semah  yang dibantu sanak familinya tidak butuh waktu lama untuk mengantarkan pesanan nasi lodeh ke meja pembeli. Ya, karena mereka sudah terbiasa dengan sajian cepat.

Sejumlah pengunjung sedang menikmati nasi lodeh buatan Mbok Semah

Sejumlah pengunjung sedang menikmati nasi lodeh buatan Mbok Semah (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Uniknya, semua masakan mulai dari nasi, lodeh, lauk hingga minuman tidak ada yang dimasak menggunakan kompor gas. Melainkan menggunakan tungku yang dimasak dengan kayu. Itu dilakukan Mbok Semah sejak awal membuka warung sampai sekarang untuk menjaga rasa dan kualitas masakan. 

Andri, 35 salah satu pelanggan asal Mojokerto mengungkapkan, meski banyak kuliner asal kota Onde-Onde, namun nasi lodeh Mbok Semah tetap istimewa. ”Rasanya enak, paduan lodeh tewelnya dan tahu yang disuwir-suwir ini terasa, apalagi disajikan dalam pincuk daun pisang,’’ ujar dia.

Dia mengaku sering mengunjungi warung Mbok Semah yang terletak di Dusun Kapas itu. ”Kadang-kadang kesini, kadang-kadang juga ke warung anaknya pak Kasman di sebelah timur sana. Sama-sama enak juga,’’ pungkas dia.  

Warung Mbok Semah memang sering menjadi jujugan pejabat. Mantan Bupati Jombang Suyanto dan Nyono Suharli, juga Bupati Mundjidah  juga sering mampir ke warung tersebut. ”Dulu Pak Yanto dan Pak Nyono itu sering, begitupula Bu Mundjidah, beliau juga sering,’’ tandas Semah. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia