Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

BPBD Jombang Tetap Dropping Air Bersih Meski Sudah Hujan

11 November 2018, 19: 37: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Armada air bersih milik BPBD Jombang saat berada di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan

Armada air bersih milik BPBD Jombang saat berada di Desa Klitih, Kecamatan Plandaan (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang, Abdul Wahab mengaku, awal musim penghujan sejumlah wilayah masih kesulitan air bersih. Dropping air bersih yang dilakukan sampai saat ini masih berjalan. Bahkan pengiriman ditambah karena ada permintaan. 

’’Jadi dropping sampai sekarang masih tetap, malah kemarin ada tambahan tiga desa,’’ katanya kemarin (10/11). Tiga desa itu masing-masing Desa Pojokklitih dan Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan serta Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Tambahan itu menyusul tujuh desa lain dari empat kecamatan yang lebih dulu diberi dropping air bersih. 

Termasuk di wilayah Bareng menurutnya hingga sekarang pengiriman air bersih masih dilakukan. ’’Untuk Pakel dan Karangan masih tetap dikirim, sesuai dengan permintaan desa,’’ imbuh dia. 

Wahab tak mengelak jika kebutuhan air bersih di beberapa wilayah itu belum tercukupi penuh meski sudah ada hujan. Selain karena masih awal, kebutuhan air bersih di masing-masing desa juga berbeda. “Selama desa masih minta kirim tetap kita upayakan dikirim. Artinya yang mengetahui kebutuhan itu dari desa,’’ tuturnya. 

Berbeda dengan sebelumnya, biaya untuk pengiriman air bersih dari Pemprov Jatim sudah selesai dan sekarang ikut APBD Kabupaten Jombang. ’’Sejak Oktober kemarin pembiayaan terakhir dari provinsi. Sekarang sudah ikut daerah,’’ sambung Wahab. 

Meski begitu dirinya tak bisa memastikan sampai kapan pengiriman air bersih tersebut dilakukan. ’’Kita tidak bisa mengatakan karena tidak ada biaya sehingga berhenti, kita tidak bisa begitu. Apapun keadaannya tetap kita usahakan pengiriman selama desa masih membutuhkan,’’ beber dia lagi. 

Sebab, tidak hanya musim kemarau warga mengalami kesulitan air bersih, saat musim penghujan juga masih demikian. Semisal saat ada musibah banjir yang membuat sumur warga terendam air, maka pengiriman air bersih masih tetap dilakukan. Tentunya dengan permintaan dari desa terlebih dahulu.

Sampai saat ini kebutuhan air bersih di beberapa wilayah usai musim kemarau, memang belum normal sepernuhnya. ’’Ápalagi sekarang pengiriman sampai malah hari. Karena tahun ini banyak desa minta pengiriman,’’ tutur Wahab. 

Untuk pengiriman air bersih masih dilakukan seminggu dua kali. ’’Pengiriman untuk dua tangki satu dusun, cuma ada yang minta untuk dua dusun seperti di Banyuasin dan Kromong. Pokoknya semua bergantung permintaan desa,’’ pungkas Wahab. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia