Rabu, 12 Dec 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Awal Musim Hujan, Sejumlah Wilayah di Jombang Masih Krisis Air

11 November 2018, 19: 32: 28 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Drum yang disiapkan warga untuk menampung air bantuan dari BPBD Jombang

Drum yang disiapkan warga untuk menampung air bantuan dari BPBD Jombang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Hujan yang mengguyur wilayah Jombang dua hari ini belum dirasakan manfaat airnya oleh sebagian masyarakat. Seperti yang terpantau di Dusun/Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang kemarin (10/11), warga masih kesulitan mendapat air dan menunggu datangnya dropping air dari Jombang.

Zainal Abidin salah seorang warga menuturkan, kebutuhan air bersih dirasa masih kurang meski hujan sudah turun beberapa hari. ’’Untuk air bersih memang sampai sekarang masih kurang, tadah air hujan masih belum mencukupi,’’ kata Bidin sapaan akrabnya. 

Hujan tersebut memang bisa sedikit mengurangi beban air bersih warga. Sebab, mereka bisa memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. ’’Sekarang ya nandon di rumah, bisa buat mandi atau memasak,’’ imbuh dia. 

Sampai sekarang, sumber air dari sumur bor milik sebagian warga masih belum normal. ’’Ýang keluar mungkin hanya satu dua orang saja,’’ sambungnya. 

Untuk itu, warga sekitar masih mengandalkan dropping air bersih yang dikirim Pemkab Jombang. Air bersih tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. ’’Kiriman dari Jombang buat masak, kalau mandi dan cuci masih di kali (sungai, Red),’’ tutur dia.

Senada, Supartik warga lainnya mengungkapkan untuk kebutuhan air bersih masih mengandalkan kiriman dari Jombang. Sekitar tiga bulan ini warga memang kesulitan mencari air bersih. ’’Biasanya ngirim dua hari sekali, tidak dibatasi berapa drum. Cuma drum biru yang besar ini memang tidak diisi penuh, kecuali yang bak atau timba,’’ jelasnya.

Sembari menunjukkan drum, timba dan bak yang sudah dijejer di depan teras rumahnya, kala musim hujan tiba, biasanya lebih dari satu bulan sumber air bisa kembali normal. ’’Apalagi air dari PDAM juga sudah nggak ngalir lagi. Selama ini mandi dan cuci di kali,’’ tutur dia.

Sebagian warga juga masih mengikuti dari warga lain. ’’Nggak semua punya sumur bor, soalnya di sini ngebor biasanya dalam sampai 30 meter. Makanya masih ada yang nyalur ke tetangga,’’ sebutnya.

Kendati begitu, Partik mengaku bersyukur karena di wilayahnya sudah diguyur hujan yang bisa membantu warga setempat. Kebutuhan air bersih bisa tercukupi. ’’Alhamdulillah sudah hujan, jadi bisa nandon air. Tidak harus nunggu kiriman air dari Jombang terus,’’ ungkapnya senang. 

Selain itu, awal hujan bisa menjadi penanda kekurangan air bersih akan segera berakhir. Sebab, selain di tempatnya, kekurangan air bersih juga dirasakan warga tetangga desanya. ’’Di Pakel juga masih dikirim,’’ pungkas Partik. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia