Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Harga Telur dan Daging Ayam di Jombang Terus Naik

Jumat, 09 Nov 2018 20:28 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas jual beli di Pasar Ngoro

Aktivitas jual beli di Pasar Ngoro (YAYAN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Hampir setiap hari harga telur dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Jombang berubah naik. Jika daging ayam tembus Rp 32 ribu per kilogram, harga telur ayam Rp 20 ribu per kilogram.

Karti, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Ngoro misalnya, menyebut harga ayam naik sejak tiga hari lalu. Jika sebelumnya ia menjual dengan harga Rp 30 ribu perkilogram, kini sudah mencapai Rp 32 ribu perkilogram.

"Naiknya bertahap dari Rp 25 ribu, Rp 26 ribu, Rp 30 ribu kini sudah Rp 32 ribu," katanya. Dia juga tidak mengetahui penyebab kenaikan harga ayam setiap hari tersebut. Selama ini ia mendapat ayam dari peternak dengan harga tinggi.

"Saya kurang tahu penyebabnya apa, tapi kata peternak harga pakan memang tinggi," ungkapnya. Meskipun harga jual daging ayam menjadi naik, namun tidak diikuti dengan keuntungan yang didapat.

Bahkan, perolehan hasil dari jualan daging ayam ini menurun lantaran konsumen memilih mengurangi pembelian ayam. "Biasanya orang beli dua kilogram kini hanya satu kilogram saja. Yang jelas kenaikan ini membuat pemasukan saya juga berkurang," keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Nur Janah, salah seorang penjual telur di tempat yang sama. Harga telur yang semula berkisar Rp 18 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 20 per kilogram. "Kayaknya memang kenaikan telur juga diakibatkan harga pakan ternak yang terus naik," terangnya.

Untuk itu dia berharap, pemerintah bisa menambil kebijakan khusus agar harga telur bisa ditekan dan tidak naik. Sebab, sebagaimana yang dirasakan penjual daging ayam, akibat harga telur naik, omset penjualan yang dihasilkan juga turun drastis lantaran sepi pembeli. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia