Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kondisi Bangunan Pasar Hewan Janti Memprihatinkan

Jumat, 09 Nov 2018 20:15 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi genting pasar hewan Janti terlihat mulai ambruk

Kondisi genting pasar hewan Janti terlihat mulai ambruk (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Kabupaten Jombang memiliki sejumlah pasar hewan, salah satunya berada di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto. Namun sayang, minimnya perhatian membuat sebagian besar fasilitas dan bangunan pasar ini mengalami kerusakan.

Aktivitas jual beli di tempat ini hanya terjadi ketika pasaran Pahing. "Tiap pasaran Pahing saja, selain itu pindah-pindah ke pasar hewan lainnya. Selain pasaran Pahing di sini sepi,” terang Jumain, 55 salah satu pedagang pasar ini.

Berada di tepi jalan raya Jogoroto-Peterongan, pasar ini terlihat sangat lusuh. Bangunan bekas kantor kotor, berdebu, kacanya kusam dengan bagian dalamnya kosong.

Kondisi bangunan di belakangnya pun tak jauh berbeda, sejumlah tempat duduk yang terbuat dari semen juga  terlihat  kusam dan berdebu tebal. Begitupun dengan dua ruangan lainnya di belakang bangunan pertama dan kedua.

Temboknya dipenuhi coretan liar yang menambah kesan kumuh. Bangunan toilet yang terletak di ujung timur kompleks bangunan, kondisinya juga kotor dengan bau yang menyengat.

Bangunan atap yang menaungi empat ruangan tersekat tembok ini, kondisinya amburadul. Genting berjatuhan merata di beberapa bagian. Kerusakan paling parah terlihat kayu reng yang juga terlihat keropos.

Ia menyebut, sejak 90-an pasar ini belum pernah ada kegiatan pemeliharaan bangunan. Meski kondisinya seperti ini, aktivitas di pasar hewan Janti masih berlangsung hingga saat ini. "Pasar ini sebenarnya bagus, tempatnya lebih luas," lanjutnya.

Ia pun berharap ada perhatian dari pemkab kepada pasar hewan. Karena kondisi pasar yang bersih, menurutnya bisa menarik lebih banyak pengunjung untuk datang. "Kalau bisa diperbaiki biar lebih bagus," pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia