Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Stok Jagung Dinilai Cukup, Petani Jombang Merasa Tak Perlu Impor

Jumat, 09 Nov 2018 08:45 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Stok Jagung Dinilai Cukup, Petani Jombang Merasa Tak Perlu Impor

JOMBANG - Gelombang penolakan dari petani terhadap rencana pemerintah yang akan melakukan impor jagung terus bermunculan. Nur Bambang, petani asal Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben merasa tak nyaman bila kebijakan impor pemerintah benar-benar dilaksanakan.

"Bukannya saya menolak, tapi sebisa mungkin kenapa nggak dicukupi daerah sendiri, tanpa harus impor," cetusnya. Menurut dia, kebutuhan jagung selama ini sudah tercukupi dari jagung lokal.

"Artinya kalau bisa ditanam lebih luas lagi. Kan didalam negeri sudah cukup, daripada impor, apa nggak eskpor saja," tutur dia.  Seandainya kebijakan itu tetap diberlakukan dia berharap pemerintah tetap memberi jaminan, agar tidak ada dampak signifikan yang dialami petani.

"Saat ini memang harganya masih bagus, akan tetapi ke depan apa begitu terus. Paling tidak, ada jaminan ke depan seperti apa," tegasnya.

Disisi lain, Kepala Disperta Kabupaten Jombang Hadi Purwantoro justru menyebut tidak ada petani yang mengeluh atas kebijakan pemerintah yang berencana impor jagung.

"Tidak ada pengaruhnya, sampai sekarang belum ada petani yang sambat ke kita," katanya enteng. Harga jagung sekarang dinilainya cukup bagus. "Harganya sekarang bagus, jagung kering Rp 4.800 perkilo," sebut dia.

Untuk produksi jagung di Jombang tahun ini rata-rata 6,5 ton per hektar. "Sehingga masih cukup bagus," imbuh Hadi. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia