Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tak Direklamasi, Kolam Bekas Galian di Gumulan Bahayakan Warga

Kamis, 08 Nov 2018 09:31 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Seorang pemancing terlihat sedang berada di pinggir kolam bekas galian di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben

Seorang pemancing terlihat sedang berada di pinggir kolam bekas galian di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Kades Gumulan, Kecamatan Kesamben Ahmad Hudan mengakui lokasi tewasnya Gilang Ahsani merupakan bekas galian. Lokasinya masih berada di area Sungai Brantas atau tepat di samping tanggul.

"Memang benar itu bekas galian, sampingnya Brantas," kata Hudan dikonfirmasi melalui sambungan selulernya kemarin (7/11). Di area itu lanjut dia, beberapa tahun lalu pernah terdapat aktivitas tambang pasir.

Meski tak menyebut sejak tahun berapa, tambang pasir itu masih berada di kawasan Sungai Brantas. "Sudah lama, pokoknya sebelum saya jabat. Sekitar 2007-2008, di sana masih ikut Jasa Tirta," imbuh dia.

Kendati begitu Hudan mengungkapkan untuk aktivitas tambang saat ini sudah berhenti. Tak hanya di lokasi itu, lokasi lainnya di desa setempat sudah tidak ada. "Di sepanjang tanggul sekarang sudah tidak ada lagi. Terakhir ya di tempat itu," papar Hudan.

Diakui meski sudah berhenti, bekas galian itu selama ini masih tetap dibiarkan apa adanya. Belum pernah sama sekali dilakukan reklamasi. Beberapa warga selama ini memanfaatkan bekas galian itu untuk memancing ikan.

"Di sana bukan lagi seperti sungai tapi seperti waduk. Kalau sungai ada di sebelah utara. Orang di sini biasa nyebut ilon (waduk, Red). Jadi setelah dulu digali sampai sekarang banyak ikannya, makanya sekarang jadi pemancingan tapi liar," beber Hudan.

Ketika musim hujan lanjut dia, terkadang air meluber hingga ke area dekat permukiman warga. Namun justru saat musim hujan itu, potensi terjadinya kecelakaan juga semakin besar. Sebab dasar kolam cukup dalam, lebih dari lima meter. "Kami sudah menghimbau warga kalau memancing harus hati-hati," pungkas Hudan. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia