Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kolam Bekas Galian di Kesamben Makan Korban, Satu Santri Tewas

Kamis, 08 Nov 2018 09:11 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kolam bekas galian C di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, lokasi tewasnya santri PP Darul Ulum Kepuhdoko

Kolam bekas galian C di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, lokasi tewasnya santri PP Darul Ulum Kepuhdoko (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Bekas tambang kembali memakan korban. Seorang santri Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Kecamatan Tembelang tewas setelah tenggelam saat bermain-main di kawasan bekas galian pasir di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Selasa (6/11).

Dari data yang berhasil dihimpun di lokasi, kejadian ini bermula sekitar pukul 15.00. Awalnya, lima orang santri dar Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko tengah berjalan-jalan di sekitaran lokasi ini. 

"Kejadiannya pas hujan deras, jadi kayaknya anak-anak itu sedang hujan-hujanan hingga sampai ke sini," terang Ahmad, salah watu warga di lokasi. Beberapa anak, kemudian memberanikan diri untuk berenang-renang di kolam bekas galian pasir yang sedang penuh air.

Kolam ini berlokasi di Dusun/Desa Gumulan tepat di samping tanggul Sungai Brantas. Namun, tiba-tiba saja, satu anak bernama Gilang Ahsani, 16 hilang setelah sempat berenang menuju tengah kolam.

"Ya setelah teman-temannya bingung terus lapor warga dan akhirnya dilakukan pencarian itu sama warga, dibantu petugas BPBD juga dan Polsek," lanjutnya.

Pencarian inipun berjalan cukup lama, luasnya kuari dan kondisi permukaan air yang dipenuhi enceng gondok sempat menghambat proses pencarian. Hingga pukul 19.00 jenazah baru bisa ditemukan. "Waktu ditemukan sudah tak bernyawa, dan lansgung dibawa ke rumah sakit kemarin itu," sambungnya.

Sementara itu, Polsek Kesamben sempat melakukan olah tempat kejadian perkara dan menanyai sejumlah saksi yang juga teman korban. Usai dilakukan visum di rumah sakit, polisi menyimpulkan kematian korban murni diakibatkan tenggelam.

"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban saat diperiksa, jadi memang murni tenggelam untuk meninggalnya," terang Kapolsek Kesamben AKP Mursid.

Jenazah korban yang sempat diserahkan ke pihak pesantren, akhirnya langsung dibawa menuju rumah duka di Sidoarjo untuk dikebumikan. Keluarga korban pun mengaku ikhlas. "Iya, untuk pemakamannya memang dilakukan di Sidoarjo, di rumah korban sendiri sesuai permintaan keluarga," pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia