Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Baterai PJU Milik Kementerian PUPR di Ringroad Mojoagung Hilang

Rabu, 07 Nov 2018 20:28 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi lampu penerangan jalan di ringroad Mojoagung terlihat tanpa baterai karena dicuri.

Kondisi lampu penerangan jalan di ringroad Mojoagung terlihat tanpa baterai karena dicuri. (M.NASIKHUDDIN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Pemkab Jombang tak bisa berbuat banyak dengan hilangnya sejumlah baterai lithium atau aki penerangan jalan umum (PJU) dan penguat guardrail ringroad Mojoagung. Pasalnya, jalan lingkar itu milik Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). 

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jombang, kemarin, dari sekitaran 38 titik PJU yang terpasang banyak yang tidak berfungsi lantaran diobok-obok maling. ’’Baterainya banyak yang hilang mas, entah siapa pelakunya,’’ beber Ghozi, salah satu warga Mojoagung.

Terlihat ada belasan titik PJU yang kondisinya amburadul lantaran kotak penyimpanan baterainya melongo serta bagian kabelnya semerawut. ’’Itu kejadiannya sudah dari dulu. Jumlahnya terus bertambah, sepertinya pelakunya juga belum ada yang tertangkap,’’ imbuhnya.

Tidak hanya keberadaan PJU yang rusak, sejumlah fasilitas guardrail ringroad juga banyak yang raib. ’’Lempengan guardrail juga banyak yang raib. Harusnya polisi bisa lebih meningkatkan patroli, biar pelakunya bisa segera tertangkap,’’ imbuhnya.

Imam Sudjianto Kepala Dishub Kabupaten Jombang, mengungkapkan status jalur lingkar itu ada di BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional). ’’Jadi status jalan nasional, maka tetap di BBPJN. Perawatannya ada di sana,’’ kata Imam kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Untuk sarana prasarana jalan lanjut Imam ikut di BPTD (Balai Pelayanan Transportasi Darat). Karena itu, meski saat ini tak komplet, baik PJU maupun guardrail pihaknya sementara hanya sebatas melapor. ’’Tetap kita laporkan, karena sebelum laik fungsi nanti pasti ada pengecekan,’’ imbuh dia.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Jatim Hanura Kelana Iriano mengungkapkan, laporan hilangnya sejumlah batere lithium itu sebenarnya sudah ia terima sejak jauh hari. Bahkan sejak proyek ini masih ditangani Kementerian PUPR. 

Lantaran disebut saat hilang PJU ini masih menjadi tanggungan Kementerian PUPR karena masih dalam proses pembangunan, pihaknya mengaku tak tahu langkah hukum seperti apa yang sudah dilakukan. 

’’Yang jelas, waktu hilang kan masih di PUPR, jadi mulai pembangunan dan kelengkapan rambu dan penerangan kan dari sana, sehingga kami memang saat diterimakan sudah dalam kondisi seperti itu, jadi apakah sudah lapor polisi atau belum, kita tidak tahu,” lanjutnya. (nk)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia