Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa
Tak Kuat Hidup Melarat

Seorang Warga Wonosalam Gantung Diri di Pohon Durian

Rabu, 07 Nov 2018 19:48 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Petugas dari Polsek Wonosalam mengevakuasi tubuh Ahmad Safrudin dari atas pohon durian

Petugas dari Polsek Wonosalam mengevakuasi tubuh Ahmad Safrudin dari atas pohon durian (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Tak kuat hidup terus melarat, membuat Ahmad Safrudin, 30, mengambil jalan pintas, bunuh diri. Jasadnya tergantung di pohon durian di Dusun Wonoasih, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Rabu (7/11) pagi.  

Keterangan di lokasi menyebut, mayat ini awalnya diketahui salah satu petani, Darianto. Pria berusia 53 tahun ini  bermaksud pergi menuju ke kebunnya.

Namun, belum sampai ke tempat tujuan, ia melihat seorang pria yang terlihat bergelantung di pohon durian di kebun milik tetangganya. Saat ditemukan, posisi kepala mayat terbungkus kain kaos berwarna hijau dengan tali yang membelit lehernya dan terikat pada sebuah cabang pohon.

Korban, tidak memakai baju alias telanjang dengan memakai celana jeans pendek berwana biru, kedua tangannya terlihat mengepal. Yang nampak mencolok, yakni posisi kaki korban yang terikat rapat dengan tali berwarna putih.

"Setelah mengetahui itu, saksi langsung melaporkan kepada kepala dusun dan kemudian di teruskan kepada kami (Kepolisian, Red)," ucap Kapolsek Wonosalam AKP Sugeng.

Dari keterangan, korban diketahui bernama Ahmad Safrudin, 30, korban juga diketahui merupakan warga asli Dusun Wonoasih. Polisi yang kemudian datang ke lokasi, melakukan olah kejadian perkara dan menurunkan jenazah korban dari atas pohon dan mengevakuasinya.

Saat ditanya terkait kemungkinan motif korban melakukan  bunuh diri, Sugeng menyebut dari pemeriksaannya menemukan jika korban memang tengah dalam himpitan ekonomi, hingga nekat mengakhiri hidupnya.

"Karena ekonomi faktornya, miskin," singkatnya. Meski terlihat posisi mayat tergantung dengan kaki terikat, polisi menyimpulkan jika kematian korban diakibatkan bunuh diri.

"Betul, diikat sendiri, karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," lanjutnya. Usai diperiksa, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia