Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Disperta Jombang Sebut Burung Emprit Bukan Kategori Hama

Rabu, 07 Nov 2018 09:47 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, menunjukkan butiran padi yang hilang dimakan burung emprit

Salah satu petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, menunjukkan butiran padi yang hilang dimakan burung emprit (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tak menampik adanya serangan burung emprit di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Perak dan Bandarkedungmulyo.

Kepala Disperta Hadi Purwantoro mengaku sudah menerima laporan mengenai kasus tersebut.

"Karena tanaman padi hanya sedikit, makanya burung emprit menyasar wilayah itu," katanya.

Serangan itu tidak hanya ketika menjelang akhir tahun atau pada musim kemarau. Namun, musim hujan terkadang juga sama.

"Musim hujan juga begitu kalau ada yang mendahului tanam, saat padi berbuah mesti ada serangan emprit. Tapi, ya nggak pasti," imbuh dia. 

Serangan burung emprit itu pun tidak bisa dianggap remeh karena berdampak pada tanaman padi.

"Memang ada yang parah, biasanya berkurang antara 40 sampai 50 persen. Kecuali yang diobrak atau ditunggu," beber Hadi.

Meski menjadi salah satu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), kata Hadi, sampai sekarang burung emprit tidak masuk dalam kategori hama.

Untuk itu, ketika padi milik petani gagal panen lantaran terserang burung emprit, tidak bisa diklaim.

"Ketika tanaman padi sudah dimasukkan asuransi, ternyata rusak tidak dapat ganti rugi. Karena burung emprit tidak masuk kategori hama," pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia