Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Cegah Serangan Burung Emprit, Petani di Jombang Pasang Jaring

Rabu, 07 Nov 2018 09:34 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jaring yang dipasang untuk mencegah serangan burung emprit di area persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Perak

Jaring yang dipasang untuk mencegah serangan burung emprit di area persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Perak (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Beragam cara dilakukan petani di wilayah Perak melindungi tanaman padi dari serangan gerombolan burung emprit. Tujuannya, supaya hasil tanaman bisa melimpah. Meski bukan hama, tapi tak sedikit yang memasang jaring dan dijaga sepanjang waktu.

Seperti yang dilakukan Sumarmi, salah satu petani di Dusun Pedes, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Hampir setiap hari para petani sibuk menjaga tanaman dari serangan burung emprit. Jika tidak, padi yang tinggal menunggu masa panen akan diserang burung emprit.

"Sejak tiga mingguan yang lalu," kata Sumarmi. Upaya yang dilakukannya bersama petani lain hampir sama. Yakni memasang jaring di setiap tanaman. Lokasinya tepat di atas tanaman padi.

"Karena yang diserang itu bulir padi, maka dipasang jaring," imbuh dia. Sebab mereka khawatir jika tak dipasang jaring, jelang masa panen tak menghasilkan banyak.

Sembari menyempatkan berteriak mengusir segerombolan burung emprit itu menuturkan, tanaman padi di wilayahnya jarang diserang hama maupun penyakit. "Hama potong leher sekarang nggak ada, kemarin yang banyak," sambungnya.

Justru mendekati panen, serangan burung emprit yang bergerombol menjadi kendala. "Pokoknya padi usia 60 hari sudah jebol diserang, yang tersisa hanya merang saja," beber Sumarmi lagi.

Dari tanaman padi seluas 2.800 M2 itu biaya operasional khusus mengatasi burung emprit yang dikeluarkannya mencapai Rp 1 juta lebih. "Jaringnya butuh 15 glondong, satu glondong Rp 85 ribu. Belum tali tampar Rp 45 ribu, lalu tenaga buruh yang memasang jaring Rp 100 ribu perhari," rincinya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia