Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Pembawa Es di SDN Losari 2 Berambut Gondrong dan Naik Sepeda Motor

Rabu, 07 Nov 2018 08:18 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Lima siswa SDN Losari 2 dilarikan ke Puskesmas Bawangan dengan menggunakan sepeda motor

Lima siswa SDN Losari 2 dilarikan ke Puskesmas Bawangan dengan menggunakan sepeda motor (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan terkait peristiwa keracunan es yang dialami 25 siswa SDN Losari 2 Ploso. Berbekal ciri-ciri fisik dan kendaraan yang dipakai, pengejaran terhadap orang tersebut dilakukan.

Kanit Intelkam Polsek Ploso, Iptu Hariyanto mengaku sudah menerima laporan dari pihak SDN Losari 2 terkait insiden tersebut. Menurutnya, jumlah siswa yang minum es gratis memang mencapai 25 anak.

"Seluruhnya mengalami gejala keracunan, tapi yang terparah hanya lima anak. Jadi hanya lima anak itu yang dilarikan ke Puskesmas Bawangan," ungkapnya.

Namun kelima siswa itu tak lama berada di Puskesmas. Setelah diberi obat dan menjalani observasi, dokter menyatakan kondisi siswa sudah bisa pulang ke rumah. Sedangkan 20 siswa lain, kondisinya pulih setelah diberi pertolongan di sekolah.

"Pihak sekolah dan masyarakat sekitar memberi minuman air kelapa hijau untuk mengurangi keracunan," lanjutnya. Haryanto menyebut sudah meminta keterangan korban dan sejumlah saksi, mulai dari siswa hingga guru dan kepala sekolah.

"Kami sudah menerima barang bukti berupa cairan es dalam kemasan klip plastik. Ini akan diteliti untuk melihat kira-kira es ini dibuat dari bahan apa," imbuhnya.

Sedangkan kepada pembawa es masih dalam pengejaran. "Pelaku memiliki ciri-ciri rambut gondrong dan menggunakan sepeda motor buatan lama. Kami akan koordinasi dengan sekolah-sekolah lain di wilayah Ploso, karena informasinya pembawa es itu pernah masuk ke sekolah di Desa Rejoagung," tambahnya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi apapun terkait peristiwa ini. "Kami himbau masyarakat tidak resah, anak-anak tetap harus sekolah seperti biasa. Namun tetap dalam kewaspadaan," tegasnya. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia