Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Minum Es Pemberian Orang Asing, 25 Siswa SDN Losari 2 Keracunan

Rabu, 07 Nov 2018 08:07 | editor : Mardiansyah Triraharjo

Lima siswa SDN Losari 2 menjalani perawatan di Puskesmas Bawangan karena keracunan setelah minum es pemberian orang tak dikenal

Lima siswa SDN Losari 2 menjalani perawatan di Puskesmas Bawangan karena keracunan setelah minum es pemberian orang tak dikenal (FOTO: MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Kegiatan belajar mengajar di SDN Losari 2 Ploso Jombang kemarin (6/11) pagi terganggu. Pasalnya, terdapat 25 siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan mulai dari pusing, mual, dan muntah.

Sebelumnya siswa ini minum es susu yang didapat secara gratis dari seorang pria tak dikenal. Muhammad Alfaris Ardiansyah, siswa kelas 3 yang menjadi salah satu korban menyebut, es tersebut dikemas dalam plastik klip ukuran besar.

"Saya diberi teman, teman saya dapat dari bapak-bapak. Katanya gratis," ujar Alfaris saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang di rumahnya. Ada siswa ada yang meminum lebih dari satu plastik, namun ada juga yang berdua.

Alfaris sendiri meminum es tersebut sebanyak tiga plastik. Tak lama setelah meminum es itu Alfaris mengaku pusing, mual dan langsung muntah-muntah. "Tidak hanya saya, tapi juga semua anak-anak," tambahnya. 

Guru dan masyarakat sekitar sekolah yang mengetahui banyak anak muntah setelah minum es, langsung berupaya memberi pertolongan. "Orang itu tidak pernah berjualan di sekolah, baru pertama datang bawa es," lanjutnya. 

Dari 25 siswa yang muntah setelah minum es itu lima diantaranya terpaksa harus dibawa ke Puskesmas Bawangan untuk mendapat perawatan intensif.

Sebab selain muntah dan mual, tubuh mereka juga sempat lemas. Sedangkan 20 siswa lainnya cukup ditangani di ruang UKS karena tak mengalami gejala serius.

Pihak sekolah sendiri masih berupaya mencari tahu siapa orang yang datang memberi es secara gratis kepada siswa. "Peristiwa ini berlangsung sangat cepat.

Orang asing itu masuk ke sekolah dan langsung membagikan es kepada siswa, kurang lebih 10 menit kemudian orang itu pergi," ungkap Kepala SDN Losari 2 Ahmad Anas.

Saat pembawa es itu masuk, menurutnya para siswa sedang istirahat. Para guru juga sedang berada di ruangan.

"Saya sendiri juga di ruangan dan kebetulan ada tamu. Pada peristiwa ini, kami memang kecolongan. Untuk selanjutnya kami akan perketat keamanan sekolah, termasuk kepada pedagang makanan," lanjutnya.

Anas sendiri menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

"Sudah kami laporkan ke Polsek Ploso, orang yang datang membawa es memiliki ciri-ciri rambut gondrong dan sepeda motor Honda tipe lawas. Sisa es yang diminum anak-anak juga kami berikan sebagai barang bukti. Es itu memang dibungkus plastik, cairan berwarna merah muda," pungkasnya. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia