Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Surat Panggilan Kejati Tersebar, Wulang Suhardi Merasa Dirugikan

Selasa, 06 Nov 2018 09:10 | editor : Binti Rohmatin

Wulang Suhardi, anggota FPDIP DPRD Jombang

Wulang Suhardi, anggota FPDIP DPRD Jombang (YAYAN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Anggota FPDIP DPRD Jombang Wulang Suhardi akhirnya angkat bicara setelah kasusnya mencuat di berbagai media.

Dirinya mengaku telah melaporkan ketua DPRD Joko Triono ke polisi, dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan tersebarnya surat panggilan Kejaksaan Timggi Jatim yang ditujukan kepada dirinya.

”Ya benar saya melaporkan dia kepada polisi,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin. Laporan tersebut dilakukan lantaran surat dari Kejati Jawa Timur yang berkaitan dengan KUR Bank Jatim terhadap dirinya, disebarkan ke masyarakat.

”Itu kan sifatnya biasa dan saya hanya dimintai keterangan saja. Akan tetapi udangan tersebut difoto dan disebar-sebarkan melalui whatsApp,” jelasnya. Memang, lanjut politisi PDIP ini, surat tersebut ditujukan kepada Ketua DPRD Jombang sehingga yang mengetahui undangan itu hanya ketua dan sekwan.

”Saya tanya sekwan tidak melakukan, ya nggak tahu siapa yang menyebarkan, biar polisi yang melakukan penyelidikan,” katanya. Sebenarnya ia sendiri tidak marah atas perbuatan itu. Akan tetapi laporan pemeriksaan yang disebar-sebarkan itu membuat dirinya sangat dirugikan.

“Saya sangat merasa dirugikan karena mencalonkan lagi. Sehingga dengan kabar ini pasti masyarakat berpikiran kalau saya tersandung masalah. Padahal undangan itu bersifat biasa. Dan seharusnya undangan tersebut hanya untuk konsumsi internal, bukan konsumsi publik,” ungkapnya.

Tidak hanya itu ia juga merasa dirugikan dalam bentuk materi. Sebab, terkait pencalonannya ia sudah mengeluarkan banyak biaya untuk maju kembali berkompetisi pada Pileg 2019.

Dia juga mempertanyakan kenapa undangan tersebut tidak langsung diberikan kepada dirinya. Malah disebarkan kepada orang lain dan malah menghubungi anggota dewan yang lain.

”Lah ini ada apa kok malah dikirim ke anggota DPRD lainnya, padahal bisa langsung telepon saya,” katanya geram. Selain melaporkan kepada pihak berwajib, dirinya juga akan melaporkan ini ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jombang. Sehingga, BK juga akan mengambil langkah atas perbuatan ini.

“Rencananya hari ini (kemarin, Red) saya melaporkan ke BK agar diusut permasalahan sampai tuntas,” pungkas Wulang. (*)

(jo/yan/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia