Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

SKD Gagal, Tes Karakteristik Pribadi Dinilai Sebagai Pemicu

Selasa, 06 Nov 2018 09:20 | editor : Binti Rohmatin

Peserta CPNS formasi Pemkab Jombang saat antri mengambil tas di penitipan barang yang disediakan panitia

Peserta CPNS formasi Pemkab Jombang saat antri mengambil tas di penitipan barang yang disediakan panitia (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Jombang sudah berakhir Sabtu, kemarin (3/11).

Hasilnya, hanya 187 orang dari total 4.191 peserta CPNS yang berhasil mencapai passing grade. Para peserta sebagian besar gagal dan mengeluhkan sulitnya soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP). 

"Soal TKP nya itu panjang-panjang, jawabannya juga mirip-mirip. Saya tidak lolos TKP kurang 7 poin saja padahal TIU dan TWK sudah di atas passing grade," ujar Nita Purnama Sari, salah satu peserta.

Seleksi kompetensi dasar sendiri, jelasnya berbasis komputer terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Adapun perhitungan lulus tidaknya peserta dalam tes SKD mengacu pada passing grade atau nilai ambang batas. Untuk jalur umum, 143 untuk Tes Karateristik Pribadi, 80 untuk Tes Intelegensia Umum dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan. 

Hal senada disampaikan M Chabibullah, peserta CPNS formasi guru PAI SMP. "TKP memang sulit, soalnya panjang sekali, waktunya terbatas, tapi saya gagalnya di TIU sebab kehabisan waktu karena saya lebih dulu mengerjakan TKP," lontar Habib, sapaan akrabnya.

Jumlah soal yang harus dikerjakan peserta 100 butir terdiri dari 35 soal TWK, 30 TIU dan 35 TKP. Peserta hanya diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikan soal tersebut.

Terkait banyaknya peserta yang gagal pada TKP dan TIU maupun TWK, Muntholip Kepala BKD Jombang menjelaskan jika itu perlu dianalisa.

Namun peserta yang tidak melewati passing grade dipastikan gagal dan tidak dapat mengikuti ke tahap berikutnya seleksi kompetensi bidang (SKB). "Kalau tidak melampaui passing grade jelas tidak lolos SKD. Sesuai aturan hanya peserta yang lolos SKD yang dapat mengikuti SKB," pungkasnya. (*)

(jo/ric/bin/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia