Jumat, 16 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

76 Persen Penderita DBD di Jombang Adalah Anak-Anak

Selasa, 06 Nov 2018 09:15 | editor : Binti Rohmatin

Ilustrasi demam berdarah

Ilustrasi demam berdarah (google image)

JOMBANG - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jombang ternyata merata di 21 kecamatan. Namun terdapat beberapa daerah endemik dengan kasus DBD paling tinggi. Diantaranya Kecamatan Ngoro, Diwek, Jombang, Mojowarno, Gudo dan Mojoagung.

"Sementara ini Ngoro dengan kasus DBD tertinggi 47 kasus, disusul Diwek 42 kasus, Jombang 38 kasus, Mojowarno 29 kasus, Gudo 25 kasus dan Mojoagung 22 kasus," ungkap Haryo Purwono, Kasi P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. 

Sedangkan kecamatan lainnya juga terdapat kasus DBD namun jumlahnya lebih sedikit. "Penderita DBD 76 persen anak-anak mulai usia 5-14 tahun. Sisanya 24 persen usia dewasa," ungkapnya.

Ia menambahkan masyarakat sejauh ini masih suka fogging. Padahal fogging dinilai tidak efektif untuk memberantas demam berdarah. Cara paling efektif adalah PSN dengan melakukan 3M plus (Menguras, Mengubur, Menutup, dan Mendaurulang). 

Apalagi biasanya kasus DBD ini semakin meningkat bersamaan dengan peralihan musim yang mempercepat pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

Karena itu pihaknya menyarankan agar masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD itu. (*)

(jo/ric/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia