Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyidikan KUR Fiktif Bank Jatim, Kejaksaan Keluarkan Surat Panggilan

Sabtu, 03 Nov 2018 10:19 | editor : Binti Rohmatin

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Adi Wibowo

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Adi Wibowo (M.NASIKHUDDIN/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Adi Wibowo menyebut perihal status penanganan kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang, yang sudah naik ke tingkat penyidikan, pihaknya sudah bersiap melanjutkan pemeriksaan para saksi.

”Benar, statusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan. Minggu depan sudah mulai pemeriksaan para saksi di Kejari," bebernya kemarin. Untuk lokasi pemeriksaan yang dilakukan di kantornya, lantaran lebih pada pertimbangan teknis.

"Kebetulan rata-rata para saksi tinggalnya di Jombang. Jadi untuk mempermudah saja, biar mereka tidak jauh-jauh datang ke kantor Kejati," imbuh dia.

Sesuai jadwal pemanggilan, lanjut Adi, rencana pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap. "Kalau tidak salah mulai Selasa (6/11), nanti sepekan full pemeriksaan," imbuhnya.

Ditanya para pihak yang akan diperiksa sebagai saksi, tidak jauh dari para pihak yang sebelumnya sudah dimintai keterangan di tahap penyelidikan.

"Sama, semua yang sudah kita mintai keterangan sebelumnya kita periksa lagi, bedanya kali ini statusnya kita periksa sebagai saksi di tingkat penyidikan," tegas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, usai vonis 12 terpidana kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang yang diduga merugikan keuangan negera hingga Rp 19 miliar.

Kejaksaan tinggi (kejati) Jawa Timur mengambil alih penanganan kasus yang sebelumnya di tangani Ditreskrimsus Polda Jatim.

Ada 12 terpidana yang kini sudah dijebloskan dalam penjara. Masing-masing, Bambang Waluyo, pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang divonis 12 tahun penjara, Heru Cahyo Setiyono dan Dedi Nugrahadi keduanya sebagai penyelia kredit masing-masing divonis 4 tahun. 

Selain itu, sejumlah analis masing-masing Fitriya Mayasari, Wiwik Sukesi, Wahyuni, Hapsari, Fitri Juni Astuti, Ginanjar Triono dan Hafied Wijayana, Suci Rahayu dan Hasan Syadzili masing-masing dijatuhi vonis hukuman 4 tahun di tingkat kasasi.

Sebagai langkah penyelidikan, Kejati membentuk tim penyidik gabungan penyidik dari Kejati dan Kejari (Kejaksaan negeri) Jombang.

Penyidik kemudian mendalami temuan 55 dokumen pengajuan kredit fiktif berikut aliran dananya sebagaimana terungkap dalam salinan putusan sidang.

Termasuk menelusuri sejumlah oknum yang disebut-sebut perannya sebagai debitur Ultimate.

Hari pertama, Selasa (2/10) penyidik tim gabungan penyidik yang beranggotakan sekitar tujuh jaksa melakukan pemanggilan terhadap 29 debitur, namun hanya 20 debitur yang hadir memenuhi panggilan penyidik.

Berlanjut hari kedua Rabu (3/10) dari sekitar 29 debitur yang dipanggil, hanya sekitar 18 debitur yang hadir. Terakhir, Kamis (4/10) penyidik menghadirkan sepuluh narapidana korupsi KUR Bank Jatim Cabang Jombang ke ruang pemeriksaan pidana khusus Kejari Jombang.

Tak berhenti sampai di situ, penyidik kembali meluncurkan surat penggilan terhadap sejumlah debitur yang sebelumnya belum hadir.

Setelahnya, giliran enam nama oknum debitur ultimate termasuk dua oknum yang perannya sebagai korlap (koordinator lapangan) juga turut diambil keterangan. Usai pemeriksaan awal rampung, penyidik segera melakukan gelar perkara untuk menentukan status kasusnya. (*)

(jo/naz/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia