Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Pihak Yayasan Lepas Tangan Terkait Ijazah Lulusan SMK Al Zoemar

Jumat, 02 Nov 2018 15:51 | editor : Binti Rohmatin

Bangunan yang menjadi tempat kegiatan belajar siswa SMK Al Zoemar

Bangunan yang menjadi tempat kegiatan belajar siswa SMK Al Zoemar (RICKY VAN ZUMA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Meski hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sudah lama diumumkan, namun hingga November 2018, belasan siswa lulusan SMK Al Zoemar masih belum memperoleh ijazah. Pihak yayasan SMK Al Zoemar menyatakan jika ijazah sudah jadi dan bisa diambil.

”Ijazah itu langsung urusan anak-anak dengan SMA Diponegoro. Kami tidak ikut mengurusi,” ujar Imam Santoso Ketua Yayasan SMK Al Zoemar (31/10).

Terdapat sebanyak 14 lulusan SMK Al Zoemar tahun ini yang belum menerima ijazah. Sebelumnya mereka telah mengikuti ujian nasional di SMA Diponegoro di Petarukan, Jawa Tengah.

Meski hasilnya sudah diumumkan namun mereka tak kunjung memperoleh ijazah. ”Anak-anak tidak ada yang ke sini, kalau mereka kesini kami pasti membantu menguruskan. Kami siap membantu, tapi katanya mereka langsung kesana,” terang Imam, sapaan akrabnya.

Namun saat ditanya jumlah siswa yang telah mengambil ijazah, pihaknya tidak mengetahuinya. ”Saya belum tahu jumlah jelasnya berapa yang sudah ambil ijazah atau belum,” tandasnya.

Ia menegaskan jika ijazah sudah jadi tapi masalah diambil tidaknya itu urusan siswa masing-masing.

Sebelumnya belasan siswa SMK Al Zoemar terancam tidak dapat mengikuti ujian nasional 2018. Lantaran sekolah mereka belum terakreditasi dan tidak memiliki izin operasional.

Dari total 17 siswa kelas 12, sebanyak 14 siswa menggabung UNBK di SMA Diponegoro, Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Namun tiga siswa menolak mengikuti UNBK tersebut sebab tidak sesuai dengan jurusan kejuruan perikanan, sedangkan UNBK SMA tersebut jurusan IPS.

Sementara itu, pihak yayasan SMK Al Zoemar memastikan ujian nasional mendatang tidak akan bermasalah.

”Tahun ini Insyaallah tidak akan seperti tahun lalu. Kami sudah koordinasi dan proses untuk ujian nasional, nanti akan menggabung dengan SMK Puger Jember. Ini mulai pengajuan kembali, kami mohon doa restunya juga,” tandasnya. (*)

(jo/ric/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia