Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Picu Kerusakan Rumah, Proyek Rel Ganda Dikeluhkan Warga

Jumat, 02 Nov 2018 11:08 | editor : Binti Rohmatin

Seorang warga menunjukkan kondisi dinding rumahnya yang retak

Seorang warga menunjukkan kondisi dinding rumahnya yang retak (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Proyek rel ganda (double track) kereta api Jombang-Mojokerto dikeluhkan warga Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Menyusul sebagian rumah  warga mengalami retak-retak yang diduga dampak proyek ini.

Salah satunya dirasakan Adi Sumitro. Sejak beberapa minggu lalu rumah miliknya muncul retakan. Ada lima titik retakan yang muncul pada dinding rumahnya. ’’Masing-masing di belakang, ada juga di ruang tengah dan depan dekat ruang tamu,’’ kata Mitro kemarin (1/11).

Dijelaskan, munculnya retakan itu sejak minggu lalu. Tepatnya ketika proyek itu sudah mendatangkan alat berat. ’’Retak-retak karena dampak proyek, akibat getaran geder itu, semingguan yang lalu,’’ imbuh dia.

Keretakan yang muncul lanjut dia juga cukup besar. Sampai-sampai di ruang tengah dia sengaja memasang potongan bambu sebagai penahan. ’’Kalau nggak dikasih ini takut ambrol,’’ ujar dia sembari memegangi bambu itu.

Selain rumah miliknya, lanjut dia, rumah milik warga lainnya juga sama. Sebagian dinding terdapat retakan. ‘’Setahu saya rumah Cak Munjito juga retak-retak, kalau yang lain saya nggak tahu,’’ beber dia.

Meski begitu, lanjut Mitro sudah ada langkah yang dilakukan pihak proyek. ’’Jadi kita minta ganti rugi, kemarin diberi pihak proyek Rp 2 juta untuk memperbaiki,’’ sebut dia.

Ganti rugi tersebut lanjut dia menyesuaikan kerusakan yang ada. ’’Yang retak-retak itu Rp 1,2 juta dan 750 ribu buat pembongkaran kandang,’’ rinci dia..

Perbaikan itu kata Mitro dilakukannya sendiri. ’’Kalau nggak dikasih ya demo, karena kemarin sudah ada kesepakatan,’’ pungkas dia.

Sementara Sabudi Ketua RT 005/RW 002 mengakui dampak proyek itu mengakibatkan sebagian rumah warga retak. Laporan yang dia terima ada dua rumah yang retak. ’’Memang benar ada dua rumah yang retak, tapi nanti dicari lagi,’’ kata Budi.

Meski begitu, lanjut dia sudah ada kesepakatan terkait adanya dampak proyek itu. ’’Jadi tadi malam sudah ada pertemuan dan ada kesepakatan, ada tiga poin kesepakatannya. Salah satunya ya itu pergantian rumah retak,’’ sebut dia.

Terpisah, Mamik Slamet, pelaksana lapangan  PT Prawira Mas mengakui terdapat rumah warga yang retak. Namun, setelah pihaknya melakukan cek ke lokasi, retakan itu dinilai merupakan retakan lama.

’’Memang benar ada yang retak, sementara baru satu yang lapor ke kita. Itu pun lihat kondisinya retakan lama, bukan retakan baru,’’ kata Mamik.

Meski begitu, lanjut dia pihak kontraktor tetap memberi ganti rugi. ’’Jadi sesuai kesepakatan tadi malam kalau mau uang kita beri ganti rugi uang, kalau mau diperbaiki kita siap memperbaiki,’’ imbuh dia sembari menyebut setiap kerusakan, nilai ganti ruginya berbeda. (*)

(jo/fid/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia