Jumat, 16 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Hukum & Kriminal

Tiga Pejabat Pemkab Diperiksa Polisi Terkait Pengelolaan Dana Desa

Jumat, 02 Nov 2018 10:25 | editor : Binti Rohmatin

Ilustrasi Dana Desa

Ilustrasi Dana Desa (google image)

JOMBANG – Kasus dugaan penyimpangan dana desa (DD) 2018 untuk pelatihan, ditindaklanjuti Polres Jombang. Kemarin, tiga pejabat di lingkup Pemkab Jombang diperiksa kepolisian.

Yakni Nur Hayati (Kasi Pembinaan Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Eka Yulianto (Kabid Pemerintahan Desa) dan Muchamad Rony Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Jombang (mantan Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ).

Ketiganya menjalani pemeriksaan di ruang penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Jombang sekitar pukul 09.30. Pada pemeriksaan itu mereka didampingi satu pegawai Bagian Hukum Setdakab Jombang.

Mengenakan seragam batik, mereka menjalani pemeriksaan di ruang yang sama. Dalam pemeriksaan itu terpantau membawa tas berisi berkas.

Mochmad Rony nampak keluar ruangan lebih dulu. Lalu sekitar satu jam kemudian diikuti Nur Hayati. Mengenakan batik warna biru perempuan berkacamata itu nampak keluar ruangan menuju masjid Polres Jombang.

Selang beberapa menit kemudian, diikuti Eka Yulianto bersama pegawai bagian hukum yang juga keluar ruangan.

’’Pemeriksaan tadi di Bu Bur (Nur Hayati, Red), saya hanya dampingi saja,’’ kata Eka saat keluar ruangan.

Dia mengaku dalam pemeriksaan itu yang mendapat undangan pemeriksaan yakni DPMD Kabupaten Jombang. ’’Jadi yang diundang itu DPMD menugaskan satu orang seksi yang menangani (seksi pengelolaan keuangan dan aset desa, Red),’’ imbuh dia lalu menuju masjid.

Sekitar pukul 12.00, baik Nur Hayati, Eka Yulianto maupun satu pegawai bagian hukum terpantau kembali masuk ruangan. Baru sekitar pukul 13.00 ketiganya kembali keluar ruangan.

Nur Hayati mengakui kedatangan dia bersama dengan pegawai lainnya memenuhi panggilan pihak kepolisian. ’’Dalam rangka dimintai keterangan tentang pengelola keuangan desa,’’ kata Nur Hayati usai menjalani pemeriksaan.

Dengan terbata-bata Nur Hayati tak sebegitu hafal dicecar berapa pertanyaan oleh penyidik. ’’Berapa ya, saya lupa. Pokoknya seputar pengelolaan keuangan desa, begitu saja,’’ imbuh Nur.

Salah satunya terkait penggunaan dana desa (DD) dipergunakan untuk pelatihan? Tanpa menerangkan lebih lanjut menurut dia, sudah ada aturannya.

’’Ítu sudah ada klausulnya mas,’’ kata dia. Meski begitu, Nur mengakui dalam pemeriksaan itu terdapat dokumen yang diminta penyidik. ’’Iya ada dokumen yang diminta,’’ pungkas Nur. Ketiganya kemudian  meninggalkan Mapolres Jombang. (*)

(jo/fid/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia