Jumat, 16 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Kasus Jalan Rusak Sidokerto, Inspektorat Tunggu Laporan DPMD

Jumat, 02 Nov 2018 09:58 | editor : Binti Rohmatin

Kondisi jalan rigid beton di Desa Sidokerto yang dibangun menggunakan Dana Desa.

Kondisi jalan rigid beton di Desa Sidokerto yang dibangun menggunakan Dana Desa. (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Indikasi pengerjaan jalan cor beton berdana DD Sidokerto 2018 tak sesuai RAB, Inspektorat Jombang pun angkat bicara.

Inspektur Jombang I Nyoman Swardhana menyebut masih menunggu surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Nyoman menyebut telah mendengar perihal ditemukannya permasalahan pada proyek berdana desa 2018 di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno.

’’Iya, kita sudah dengar memang, meski sampai sekarang kami masih menunggu laporan resminya. Kita belum menerima surat sampai sekarang dari mereka (DPMD, Red). Ya mungkin masih akan melaporkan ke sini,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Kendati demikian, dirinya berjanji bakal turun lapang jika memang nantinya dari surat yang dibarikan DPMD terbukti ada permasalahan dalam pelaksanaan dana desa itu.

’’Kalau nanti sudah nyampe nanti akan kita bicarakan sama teman-teman. Kemudian nanti kita perjelas kira-kira penyimpangannya di mana, nanti kita buatkan tim untuk turun,’’ sambungnya.

Karena itu pula, saat disinggung masalah dugaan kerugian Negara yang bisa saja ada dari pembangunan yang sebelumnya disebut tak sesuai RAB tersebut, pihaknya juga masih belum berani menjawab.

’’Kalau untuk begini begitu kita belum bisa jawab, sebelum nanti ada surat dan kita bahas dulu. Terlebih untuk pekerjaan fisik, selain tim ahli yang harus datang, butuh alat sampai uji lab juga nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, dua proyek rabat beton masing-masing di Dusun Branjang dan Dusun Budug Desa Sidokerto Kecamatan Mojowarno diketahui tak bertahan lama meski baru dibangun dua bulan.

Sejumlah kerusakan muncul, meski pembangunan baru rampung sekitar dua bulan.

Anggaran yang dihabiskan untuk dua proyek sepanjang 400 meter dan 200 meter inipun tak sedikit, total Rp 265 juta total dana dari DD Sidokerto yang dihabiskan untuk pembuatan dua jalan ini.

Sementara hasil monitoring evaluasi yang dilakukan DPMD di Desa Sidokerto menyebutkan, pembangunan kedua jalan ini cepat rusak lantaran tak mematuhi RAB yang ada.

Dalam Rab tertulis pembangunan harusnya menggunakan komposisi semen pasir dan koral dengan perbandingan 1:2:3. Namun pada pengerjaannya campuran itu tak dilakukan dengan benar.

Selain itu, bangunan juga rapuh lantaran dalam RAB tak disertakan pemberian besi sebagai tulang cor yang seharusnya ada. Sehingga kesalahan dianggap fatal dan tidak dapat diperbaiki lagi selain dibangun ulang. (*)

(jo/riz/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia