Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Titik Kerusakan Jalan Proyek Dana Desa Sidokerto Bertambah

Kamis, 01 Nov 2018 10:12 | editor : Binti Rohmatin

Kondisi jalan rigid beton di Desa Sidokerto yang dibangun menggunakan Dana Desa

Kondisi jalan rigid beton di Desa Sidokerto yang dibangun menggunakan Dana Desa (ACHMAD RW/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG – Kerusakan  jalan lingkungan yang dibiayai dana desa (DD) Sidokerto, Kecamatan Mojowarno terus bertambah. Tak saja terjadi di Dusun Branjang, namun juga dusun-dusun lainnya.

Seperti terlihat pembangunan jalan  di Dusun Budug Desa Sidokerto.  Di dusun paling ujung timur desa ini terlihat sebuah papan tanda proyek terpasang di lokasi ini.

Tak cukup dengan papan, namun ditambah prasasti marmer. Proyek ini membujur ke arah utara dusun kemudian berbelok ke arah timur dusun. Di ujung timur proyek, sebuah papan proyek kembali dipasang. 

Dari papan proyek yang ada di lokasi, terlihat jika proyek rabat beton jalan ini memang menggunakan Dana Desa Sidokerto 2018 yang nominalnya Rp 85 juta.

Jalan dengan panjang 204 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi cor 15 centimeter ini dikerjakan Tim Pelaksana Kegiatan Desa Sidokerto.

Kondisinya pun tak jauh berbeda dengan proyek rabat beton di Dusun Branjang. Jalan ini juga mengalami gerusan-gerusan mulai kecil hingga cukup dalam.

Gerusan terparah, bisa dilihat di ujung proyek sisi timur. Di sini dua hingga empat lubang menganga menyambut pengendara yang melewatinya.

Menurut warga, pembangunan jalan ini memang tak jauh berbeda dengan pembangunan jalan serupa di Dusun Branjang. ’’Ya bulannya sama, bulan Agustus, dan pembangunannya juga dilakukan desa.

Sebelumnya padahal sudah dipaving jalan ini,”  ucap Suroso, salah satu warga di lokasi. 

Namun, jalan ini juga dikeluhkan warga lantaran kondisinya yang sudah mengalami sejumlah kerusakan yang cukup mengganggu. Selain lubang, gerusan-gerusan kecil juga mulai muncul dan merata.

Dirinya menduga, selama pembangunan ada hal-hal yang tak benar. ’’Misalnya tidak diberi besi juga tengahnya, selain itu waktu mengerjakan semuanya diaduk tangan, tidak pakai molen, jadinya ya memang rapuh ini,” imbuhnya.

Bahkan tak hanya itu, pekerjaan juga dianggap warga amburadul lantaran rabat beton ini tak berbentuk simetris, layaknya bangunan cor pada umumnya.

’’Panjang kotak-kotakannya tidak sama, pating pletot lah, sudah begitu kayunya ini tidak diambili, jadi mengganggu jalan juga,” sambungnya.

Warga disebutnya juga khawatir jika kerusakan akan bertambah parah ketika musim hujan. Terlebih wilayah dusun itu  langganan banjir.

’’Lha  belum kena air saja sudah begini, kalau kena hujan kena banjir apa nggak hancur total ini. Kalau mau diperbaiki pun kayaknya memang harus dibongkar dan dibangun ulang biar kuat,” pungkasnya.

Pembangunan jalan rigid di jalan lingkungan di Dusun Branjang, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno jadi rasan-rasan warga.

Ini setelah jalan sudah rusak meski baru berumur dua bulan, warga juga menganggap leber jalan terlalu sempit dan terlalu tinggi hingga menyulitkan pengendara. 

Sulastri, salah satu warga mengaku heran dengan kerusakan yang telah muncul. ’’Ya nggak tahu ini, kok sudah rusak, mungkin semennya kurang,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jombang (26/10). 

Padahal menurutnya, pembangunan jalan ini baru rampung dilakukan setiaknya dua bulan yang lalu. “Waktu itu yang mengerjakan warga memang, dibangunnya itu setelah Agustusan (pertengahan akhir Agustus, Red) kok, jadi ya belum genap tiga bulan ini,” lanjutnya. (*)

(jo/riz/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia