Rabu, 14 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Events
Memperkuat NU-Nasionalis

Gus Ipul-Puti Jadi Bintang Haul Bung Karno

Kamis, 21 Jun 2018 18:30 | editor : Binti Rohmatin

istimewa

KOMPAK - Sejumlah tokoh menghadiri Haul Bung Karno ke-48, kemarin, di Kota Blitar. Ada Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PBNU KH Said Said Aqil Siradj, Ketua Umum DPP PKB, dan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Guber (istimewa)

Blitar - Haul Bung Karno ke-48 digelar di Kota Blitar, Rabu 20 Juni kemarin. Momen acara ini dipenuhi suasana kebangsaan, memperkuat persahabatan nahdliyin dan kaum nasionalis-Soekarnois.

Acara haul digelar di area Makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit. Dan, Calon Gubernur Saifullah Yusuf, yang juga Ketua PBNU, serta Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno sebagai cucu Bung Karno, menjadi ‘bintang’ di acara haul.

Gus Ipul tampil dengan mengenakan batik berwarna merah, yang dikenal sebagai simbol warna kaum nasionalis-Soekarnois. Sedang Puti Guntur Soekarno mengenakan kerudung hijau, simbol warna kaum nahdliyin yang religius.

Nama kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur itu berulang-ulang disebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Tepuk tangan meriah juga sering meledak untuk Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno.

“Begitu besar perjuangan dan pengorbanan Bung Karno bagi negara ini. Saya minta rakyat Jawa Timur untuk menghargai Bung Karno dengan memenangkan cucunya bernama Puti Guntur Soekarno,” kata Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Tepuk tangan pun sontak meledak dari seluruh yang hadir, menjawab permintaan Megawati itu. Kemudian, ketika giliran Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memberikan sambutan, nama Gus Ipul-Puti kembali diangkat.

Kata Kiai Said, persahabatan nahdliyin dengan kaum nasionalis-Soekarnois disimbolkan oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno. “Gus Ipul itu cicit pendiri NU, Kiai Bisri Syansuri. Mantan tetangga saya di Ciganjur, dan keponakan Gus Dur,” kata Kiai Said tersenyum.

Ia menyebut, persahabatan itu bukanlah barang baru. Di masa lalu, Bung Karno bersahabat baik dengan pendiri NU, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri dan KH Wahid Hasyim.

“Untuk itu, Gus Ipul-Mbak Puti harus disukseskan untuk kita semua. Semoga Jawa Timur gemah ripah loh jinawi," ujar Kiai Said Aqil Siradj. Ajakan itu mendapat sambutan meriah melalui tepuk-tangan seluruh hadirin.

Selain para tokoh politik dan pejabat negara, Haul Bung Karno juga dihadiri puluhan kiai sepuh NU. Seperti KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli dari Ploso Kediri, KH Anwar Iskandar dari Kediri, dan KH Miftachul Ahyar dari Kota Surabaya.

Di akhir acara, Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno mendapat hadiah 2 tumpeng. Angka 2 ini menjadi simbol bersatunya dua kekuatan besar di Jawa Timur, NU dan kaum nasionalis-Soekarnois.

Angka 2 juga menjadi simbol nomor pGus Ipul dan Puti Guntur Soekarno di Pilkada Jawa Timur. “Tumpeng-tumpeng yang tersaji malam ini jumlahnya 1001, berasal dari berbagai kelompok masyarakat,” kata Santoso, Plt. Walikota Blitar.

Haul Bung Karno berlangsung khidmat. Sejumlah tokoh hadir. Selain Megawati, KH Said Aqil Siradj, Gus Ipul Puti, juga terlihat Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Mahfud MD dari BPIP dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Ada pula Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, Menteri Desa dan Percepatan Daerah Tertinggal Eko Sanjoyo Putro, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Hadir pula Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistiyo, dan Bupati Blitar Rijanto. Sebelum acara haul, seluruh rombongan berziarah lebih dahulu ke Makam Bung Karno.

Semua yang hadir mengenang jasa dan pengorbanan Bung Karno, serta memberi pesan-pesan kebangsaan. Terutama, pentingnya memperkuat kerjasama kaum nahdliyin dan nasionalis-Soekarnois.

“Pemikiran dan tindakan Bung Karno sangat kita butuhkann, yang tulus mencintai Indonesia. Tindakan yang membela keutuhan bangsa apapun risikonya,” kata Kiai Said Aqil.

Ulama terpandang itu mengingatkan, Indonesia harus tetap tegak berdiri. Indonesia beruntung karena memiliki Bung Karno yang mampu menjahit nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas.

“Pada Bung Karno kita bisa menemukan bahwa antara rasa kebangsaan dan ketaatan pada agama tidaklah bertentangan. Tugas kita tinggal meneruskan, membangun, mengisi kemerdekaan ini," pungkas Kiai Said.

(jo/nk/bin/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia