Jumat, 16 Nov 2018
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Pemkab Minta Garam Jombang untuk Penuhi Pasar Jombang

Jumat, 14 Jul 2017 17:00 | editor : Binti Rohmatin

MENGHILANG: Konsumen bingung karena garam semakin langka

MENGHILANG: Konsumen bingung karena garam semakin langka (WENNY ROSALINA/JAWA POS RADAR JOMBANG)

JOMBANG - Melihat kelangkaan garam belakangan ini, Pemkab Jombang melalui Dinas Perdagangan meminta produsen garam tetap mendistribusikan garamnya ke Jombang. Meski harga jual sedikit mahal.

“Mending mahal tapi ada barangnya, daripada sudah mahal barang tidak ada sama sekali. Apalagi garam menjadi bumbu dapur pokok,” tegas Suhartono Kabid Stabilisasi Perdagangan dan Kemetrologian, kemarin.

Harga garam di pasaran mulai naik sejak tahun 2016 lalu. Gram dimulai dari harga Rp 800 hingga 900 per bungkus, saat ini bisa mencapai Rp 3 ribu. Puncaknya terjadi sekarang, jumlah garam sangat terbatas hingga harganya tentu melejit tinggi.

Saat ini, harga garam halus sampai di pasar seharga bisa sampai Rp 4.300 hingga Rp 4.500 per bungkus. ’’Data terakhir dari survei kami di pasar, harga garam halus dari Rp 4 ribu, menjadi Rp 6 ribu,” lanjutnya.

Para produsen garam juga harus memutar otaknya untuk memburu bahan baku garam saat garam mulai langka.

Pasalnya, beberapa produsen dari Rembang Jawa Tengah rela membeli garam dengan harga setinggi mungkin untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak.

’’Itulah yang menyulitkan kami mendapatkan bahan baku, nanti sampai di lapangan, pedagang bilangnya wong adere uyah ae kok larang, karena mereka tidak tahu sebenarnya yang terjadi pada petani garam,” pungkas Agus, salah satu produsen garam. 

(jo/bin/bin/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia